Berita Ekonomi Bisnis

Pengusaha Rokok Tolak Kenaikan Cukai 23 Persen, Toleran bila Kenaikan Maksimal Segini

Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Surabaya dan Malang menyatakan menolak terhadap kenaikan tarif cukai rokok 23 persen.

Pengusaha Rokok Tolak Kenaikan Cukai 23 Persen, Toleran bila Kenaikan Maksimal Segini
surya.co.id/sri handi lestari
Ketua Gapero Surabaya, Sulami Bahar memberikan pernyataan tentang penolakan kenaikan cukai rokok dan kenaikan yang akan berlaku tahun 2020. 

SURABAYA, SURYA - Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Surabaya dan Malang, menyatakan penolakan terhadap
rencana pemerintah menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen dan kenaikan Harga Jual Eceran (HJE) rokok senilai 35 persen di tahun 2020.

Apalagi hal tersebut sebagai alasan setelah dalam dua tahun terakhir tidak ada kenaikan.

"Selama ini, pemerintah menaikkan cukai rata-ratanya sekitar 10 persen. Tapi mengapa tahun 2020 menaikkan rata-rata cukai 23 persen dan HJE 35 persen yang sangat eksesif. Tentu akan menyebabkan dampak negatif untuk industri," kata Sulami Bahar, Ketua Gapero Surabaya didampingi CW Handoko, pengurus Gapero Surabaya dan Johny, Ketua Gapero Malang, saat di Surabaya, Kamis (19/9/2019).

Lebih lanjut, Sulami menyebutkan, saat ini, kondisi usaha IHT (Industri Hasil Tembaku) masih mengalami tren negatif. Dalam tiga tahun terakhir, turun rata-rata sekitar 1 sampai 3 persen (data AC Nielsen).

"Sementara produksi semester I tahun 2019 turun 8,6 persen (yoy)," jelas Sulami.

Dengan naiknya cukai dan HJE itu, diperkirakan akan terjadi penurunan volume produksi sebesar 15 persen di tahun 2020.

Akibatnya, terganggunya ekosistem pasar rokok, penyerapan tembakau dan cengkeh akan menurun sampai 30 persen dan rasionalisasi karyawan di pabrik.

"Juga akan lenih maraknya rokok illegal yang dalam dua tahun ini sudah menurun," jelas Sulami.

Rokok illegal menurun selain karena gencarnya penindakan juga dikarenakan kebijakan cukai dan HJE yang moderat beberapa tahun terakhir.

Sulami menyebutkan, Gapero kecewa karena rencana kenaikan besaran cukai dan HJE yang sangat tinggi tersebut tidak pernah dikomunikasikan dengan pabrikan.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved