Berita Surabaya

Jadi Aset Modal UMKM Jatim, Gubernur Khofifah Dorong Percepatan Sertifikat Tanah Program PTSL

ubernur Khofifah Indar Parawansa mendorong agar BPN mempercepat penyelesaian program PTSL karena mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sektor UMKM

Jadi Aset Modal UMKM Jatim, Gubernur Khofifah Dorong Percepatan Sertifikat Tanah Program PTSL
surya/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi dari Kanwil BPN Jawa Timur terkait percepatan program PTSL di Gedung Negara Grahadi, Kamis (19/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendorong agar BPN mempercepat penyelesaian program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Jawa Timur. Sebab, program PTSL ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor UMKM, UKM dan IKM.

Gubernur Khofifah mengatakan warga yang memiliki sertifikat tanahnya jadi memiliki aset untuk dianggunkan di bank guna mendorong kemajuan usahanya. Berdasarkan data, di Jawa Timur, baik di Bank Jawa Timur, Bank UMKM, terdapat adanya lonjakan penggunaan sertifikat untuk anggunan yang signifikan sejak adanya program PTSL.

"Bahkan ada peningkatan sebesar tiga kali lipat lebih peredaran uang hasil anggunan sertifikat ke bank sejak adanya program PTSL," kata Gubernur Khofifah seusai menerima audiensi dari Kakanwil BPN Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Kamis (19/9/2019).

Sebelum ada program PTSL di tahun 2016, uang yang beredar dari sertifkat yang dianggunkan hanya sebesar Rp 27 trilliun.

Kemudian sejak ada program PTSL di tahun 2017 uang yang beredar di Jawa Timur dari sertifikat yang dianggunkan ada sebesar Rp 70 trilliun.

Bahkan di tahun 2018, angka itu meningkat menjadi Rp 112 trilliun.

"Hasil koordinasi dengan Bank Indonesia ternyata ada signifikansi yang tinggi ketika masyarakat punya sertifikat menjadi kolateral dan dijadikan jaminan UMKM," sambungnya.

Ia menerangkan percepatan program PTSL agar seluruh warga Jawa Timur beres setifikat tanahnya adalah program yang strategis.

Sebab, UMKM butuh untuk didorong untuk bisa mendapatkan akses modal.

"Jika mereka sudah punya sertifikat maka mereka memiliki potensi menjaminkan sertifikat tersebut dan menggunakan uangnya untuk pengembangan usaha," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved