Cetizen Reporter

Festival Daol ComboDug 2019, Populerkan Musik Tradisional Asal Madura

Setiap tahun, Daol menjadi pertunjukan yang paling dinanti bagi masyarakat Sampang. Antusiasme masyarakat Sampang luar biasa dalam mengikuti festival.

Festival Daol ComboDug 2019, Populerkan Musik Tradisional Asal Madura
ist/citizen reporter
Salah satu grup daol Madura 

SURYA.co.id - Jika Sidney memiliki orkestra, maka Madura juga memiliki satu pagelaran musik yang tidak kalah meriahnya, yaitu musik tradisional Daol. Daol adalah kesenian musik tradisional khas Madura.

Cara memainkannya dengan pukulan keras dan monoton. Mereka menggunakan perkusi khas Madura seperti kelenang, kenong, bol, gong, bass, tuk-tuk, gendang, tramtam, dan sejenisnya. Karena kerasnya pukulan, suara yang dihasilkan dinamis.

Supaya bisa diarak mengelilingi beberapa daerah di Madura, kendaraan yang digunakan mengangkut Daol biasanya mobil dengan sasis yang sudah dimodif dan didekor dengan beragam bentuk seperti masjid, naga, ular, burung, dan lain-lain. Itu untuk menunjang penampilan pemusik.

Daol memiliki dua genre. Yang pertama Combo, yaitu jenis Daol yang musiknya diadaptasi dari dangdut Indonesia. Yang kedua, Daol genre Dug-dug.

Musiknya mengadaptasi lagu-lagu tradisional Madura seperti Tanduk Majeng, Pajhar Laghu, Kembhang Malate Pote, dan lainnya.

Kedua genre itu tergabung dalam satu pertunjukan tahunan dengan tema Festival Daol ComboDug (Combo dan Dug-dug) yang diadakan setelah hari raya Idul Fitri di kota Sampang.

Setiap tahun, Daol menjadi pertunjukan yang paling dinanti bagi masyarakat Sampang.

Antusiasme masyarakat Sampang luar biasa dalam mengikuti festival. Bagaimana tidak, musik tradisional itu menampilkan pertunjukan meriah dengan musik yang keras, namun berirama. Ciri khas suara beragam yang dihasilkan alat musik itu menghibur masyarakat Madura.

Festival Daol ComboDug 2019 dimeriahkan sekitar 100 kelompok Daol dua genre. Dalam Festival Daol ComboDug akan ditunjuk kelompok terbaik yang akan mendapatkan piala dan sertifikat dari Bupati Sampang.

Pertunjukan itu seakan tidak pernah membuat penontonnya kecewa.

“Diadakan setiap bulan pun saya dan tentunya masyarakat Sampang tidak akan bosan menyaksikan festival Daol. Suara yang keras namun berirama sangat menghibur. Apalagi musiknya diadaptasi tradisional Madura,“ ujar Ilham, mahasiswa Surabaya asal Sampang, Minggu (8/9/2019).

Pemain Daol juga sangat antusias dalam berpartisipasi dan berkompetisi untuk memperebutkan piala dan sertifikat dalam Festival ComboDug. Mereka juga bangga karena bisa melestarikan salah satu budaya yang ada di Indonesia.

“Menjadi penabuh atau pemain Daol merupakan kebanggaan. Selain saya memang menyukai musik, juga karena bisa turut melestarikan tradisi supaya tidak punah atau diakui negara lain,” kata Wares, penabuh Daol kelompok JR Group, Senin (9/9/2019).

Penabuh Daol tidak hanya menabuh. Mereka melakukan persiapan dan latihan yang lama sehingga menghasilkan pertunjukan yang memuaskan bagi masyarakat Madura.

Heru Triantoro
Mahasiswa Sastra Inggris
Universitas Trunojoyo Madura
herutriant7@gmail.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved