Citizen Reporter

Bedah Buku Kumpulan Cerpen Kembang Turi Yu Srini

Bedah buku kumpulan cerpen ‘Kembang Turi Yu Srini’ di Univeritas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Madiun.

Bedah Buku Kumpulan Cerpen Kembang Turi Yu Srini
ist/citizen reporter
Bedah buku kumpulan cerpen Kembang Turi 

SURYA.co.id - Bedah buku kumpulan cerpen Kembang Turi Yu Srini merupakan kegiatan yang diadakan oleh program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Univeritas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) di Kampus Madiun.

Kegiatan tersebut dilaksanakan hari Kamis (12/9/2019) di Auditorium UKWMS Kampus Madiun.

Penulis cerpen dalam kumpulan cerpen itu dosen dan para mahasiswa. Di dalam acara Bedah buku itu ada empat pembahas yaitu Panji Kuncoro Hadi Agnes Adhani, Widya Mandala, Rr. Arielia Yustisiana, dan Wenny Wiyanti.

Panji adalah dosen Universitas PGRI Madiun dan 3 yang lain adalah dosen UKWMS kampus Madiun.

“Kumpulan cerpen diangkat dari kisah-kisah lokal, judul diambil karena saya sudah lama tinggal di Madiun. Ciri khas Madiun adalah pecel dengan kembang turi sebagai sayur. Sedangkan Yu Srini adalah pedagang kecil. Yu itu artinya kecil dan cantik. Tokoh Yu Srini harus menjadi luar biasa dan bukan biasa-biasa saja” ujar Agnes.

Panji mengambil dua contoh teks dari kumpulan cerpen tersebut, yang mana menurutnya menarik dan kreatif.

Cerpen pertama adalah Mas Boi yang mengangkat tema sosok seorang pembunuh, yang berperang, berdarah, melukai, dan mengenai jantungnya. Yang kedua cerpen berjudul Wahyu Di Bibir Telaga karya Yohana.

Penulis mengangkat sosok Ibu dan Keluarga. Perempuan memang induk kehidupan.

“Saya menangkap mitos dan budaya benar- benar ada,” ujar Panji.

Salah satu cerpen yang diangkat adalah kisah nyata dari Arielia. Sebelumnya ia iseng curhat di status whatsapp aja. Dari situ dia memiliki ide untuk menulis cerpen, yang mengangkat judul Bau Hujan, Senja Orange, dan Kopi Sedikit Gula.

Dicerpen tersebut ia ingin menyampaikan orang yang bertato itu tidak selalu jahat.

“Saya memang sengaja membuat cerita yang menggantung, belum selesai. Karena saya memang ingin melanjutkan menulis," ujar Arielia.

Di era globalisasi dan teknologi yang canggih saat ini, penulis top dunia pun ironisnya jarang sekali dikenal.

Kumpulan cerpen itu wajib dibaca oleh anak zaman sekarang karena di dalam kumpulan cerpen tersebut banyak sekali ide kreatif dan menarik. Itu dapat menginspirasi anak muda untuk menulis dan mengembangkan karya sastra.

Penulis adalah Gabriella Puri Millenia
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Katolik Widya Mandala Madiun
gabriellapurimilenia@gmail.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved