Berita Surabaya

BBKP Surabaya Musnahkan Benih Tanaman Berbahaya dari 15 Negara Senilai Puluhan Juta Rupiah

Kobaran api yang menyala-nyala melahap habis komoditas yang memiliki resiko tinggi menyebarkan penyakit.

BBKP Surabaya Musnahkan Benih Tanaman Berbahaya dari 15 Negara Senilai Puluhan Juta Rupiah
surya.co.id/willy abraham
Komoditas pertanian berbahaya dan tidak memiliki dokumen dimusnahkan, BBKP Surabaya, Kamis (19/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumlah komoditas pertanian berbahaya dimusnahkan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya di Instalasi Karantina Pertanian, Kamis (19/9/2019).

Komoditas pertanian itu berasal dari 15 negara di luar negeri.

Tidak hanya berasal dari benua Asia, komoditas yang tidak memiliki dokumen lengkap itu juga berasal dari benua Eropa.

Berdasarkan data dari BBKP, periode Maret hingga September 2019 barang itu dikirim melalui jalur udara jasa pengiriman Kantor Pos, serta melalui jalur laut di Tanjung Perak.

Komoditas pertanian dimaksud adalah 11,45 kg benih tanaman hias, 2,9 kg benih sayuran, 66 kg kayu olahan, 2,4 kg biji kopi.

Rata-rata berasal dari Malaysia, China, India, Hongkong, Thailand, Australia dan Singapura.

Sedangkan dari benua Eropa berasal dari Lithuania, Ceko, Jerman, Polandia, Inggris dan Ukraina.

Kepala BBKP Surabaya, Musyaffak Fauzi mengatakan ini kedua kalinya pihaknya memusnahkan komoditas berbahaya pada semester pertama ini.

"Komoditas yang kita amankan ini dianggap berbahaya untuk tanaman yang ada di sini. Seperti benih kopi atau jagung, bisa menyebarkan penyakit, " ujarnya.

Jika dikalkulasikan, sejumlah komoditas ini memiliki nilai puluhan juta rupiah. Sedangkan orang yang mengirimkan barang belum dilakukan penindakan.

"Belum lewat pintu pengawasan, hanya barang yang dimusnahkan," kata dia.

Lanjut Musyaffak, mereka mengirim melalui kantor pos, kemudian berspekulasi agar bisa lolos.

"Kalau lewat kantor pos spekulasi siapa tahu bisa lolos," tegasnya.

Komoditas benih langsung dimusnahkan di dalam lubang dengan cara dibakar.

Kobaran api yang menyala-nyala melahap habis komoditas yang memiliki resiko tinggi menyebarkan penyakit.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved