Berita Malang Raya

Sekda Kota Malang Tanggapi Kritik Terhadap Rencana Pembangunan Islamic Center

"Untuk membangun Masjid, Gereja dan tempat ibadah yang lain, itu terkendala oleh pengelolaan keuangan daerah. Karena itu bukan aset milik pemda,"

Sekda Kota Malang Tanggapi Kritik Terhadap Rencana Pembangunan Islamic Center
SURYAMALANG.COM/rifky edgar
Sekertaris Daerah Kota Malang, Wasto, saat menghadiri pertemuan membahass RPJMD Kota Malang 2018-2023 yang digelar di Rumah Makan Kertanegara Kota Malang, Rabu (18/9). 

SURYA.co.id | MALANG - Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto, menanggapi kritik terhadap rencana pembangunan Islamic Center.

"Untuk membangun Masjid, Gereja dan tempat ibadah yang lain, itu terkendala oleh pengelolaan keuangan daerah. Karena itu bukan aset milik pemerintah daerah," ucap Wasto.

Ia menjelaskan, bahwa setiap pembangunan fisik sudah menjadi kekayaan daerah, dan itu sudah melekat untuk menjadi aset daerah.

Sehingga Pemerintah Kota Malang tidak bisa untuk membangun yang aset yang bukan milik Pemkot Malang.

"Jangankan itu, bahkan balai-balai RW yang tanahnya bukan milik Pemkot, itu tidak bisa kami bantu," imbuhnya.

Wasto menjelaskan, dalam mekanisme keuangan daerah itu dilihat dari aset nilai perolehannya, nilai belanja modal dan lain sebagainya.

Dan semua itu sudah terkapitalisasi di dalam neraca aset keuangan.

"Jadi tidak bisa kami membangun yang bukan aset milik Pemkot Malang. Memang kritikan itu sering muncul, karena di tahun 2018 belum amdal dan di tahun 2019 gagal lelang," ucapnya.

Sementara itu, George Da Silva meminta kepada Pemkot Malang membuat dana hibah.

Yakni menghibahkan anggaran tersebut melakui Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved