Citizen Reporter

Mengenang Kiai Maimoen Zubair, 66 Penyair Nasional Persembahkan Antologi Puisi

Acara doa bersama di pondok pesantren Roudlatut Thalibin yang diasuh KH Mustofa Bisri (Gus Mus) bersamaan dengan peluncuran antologi puisi untuk..

Mengenang Kiai Maimoen Zubair, 66 Penyair Nasional Persembahkan Antologi Puisi
ist/citizen reporter
Launching buku antologi puisi untuk almarhum mbah moen 

SURYA.co.id - KH Maimoen Zubair adalah kiai kharismatik yang konsisten menjaga NKRI dan Pancasila.

Kiai yang akrab dipanggil Mbah Moen wafat Selasa (6/8/2019) di Mekkah.

Kepergiannya ditangisi banyak orang dari berbagai kalangan karena sosok Mbah Moen adalah orang yang tidak pilih-pilih dalam menyayangi jemaahnya.

Menjelang 40 hari berpulangnya Mbah Moen, sejumlah pondok pesantren di Jawa menggelar doa bersama.

Tidak terkecuali di pondok pesantren Roudlatut Thalibin yang diasuh KH Mustofa Bisri (Gus Mus) di Rembang, Jawa Tengah, Kamis (12/9/2019).

Acara doa bersama menjadi istimewa karena dibarengi dengan peluncuran Antologi Puisi oleh 66 Penyair Nasional yang berbondong-bondong menulis untuk Mbah Moen dalam waktu satu minggu saja.

Rencananya buku Antologi Puisi dengan judul Selasa di Pekuburan Ma’la itu akan dicetak sebanyak-banyaknya dan disebar gratis ke ponpes seluruh Indonesia.

Acara dihadiri Menteri Agama, Gus Ghofur perwakilan dari keluarga Mbah Moen, KH Zawawi Imron, penyair Acep Zamzam Noor, Candra Malik, dan dimeriahkan Laila Majnun Band.

Setelah tahlil bersama, buku diluncurkan dengan pembacaan puisi oleh penyair-penyair kondang dari berbagai daerah seperti Kalimantan, Sumatra, Bali, Madura, Jawa Barat, dan Semarang.

Gus Ghofur mengaku gemetar saat memberikan sambutan dan tak bisa banyak berkata. Ia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang menyelenggarakan kegiatan itu.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved