Berita Mojokerto

Lampu Peringatan di Perempatan Jl Semeru, Magersari, Kota Mojokerto Tertutup Pohon 

Sejumlah motor melintas di bawah tanda peringatan di perempatan Jalan Raya Semeru, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto yang tertutup pohon.

Lampu Peringatan di Perempatan Jl Semeru, Magersari, Kota Mojokerto Tertutup Pohon 
surya.co.id/febrianto ramadani
Sejumlah pengendara motor melintas di bawah lampu kuning tanda peringatan di perempatan Jalan Raya Semeru, Kecamatan Magersari,  Kota Mojokerto yang tertutup ranting pohon, Rabu (18/9/2019). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Beberapa pohon di pinggir jalan raya berfungsi untuk memberikan udara segar  dan mengurangi polusi udara. Tetapi, pohon tersebut juga bisa membahayakan pengguna jalan jika tidak aman.

Salah satunya adalah keberadaan pohon di pinggir Jalan Semeru, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Ranting pohon tersebut menutupi lampu peringatan di perempatan Jalan Semeru dan jalan Penanggungan.

Jika berjalan dari Jalan Raya Ijen menuju Jalan Semeru, pengendara bisa melihat lampu kuning peringatan untuk belok ke Jalan Raya Penanggungan atau Jalan Raya Wilis.

Akan tetapi, jika berjalan dari Jalan Raya Semeru menuju ke Jalan Raya Penanggungan dan Jalan Raya Wilis, pengguna jalan akan kesulitan untuk melihat lampu kuning peringatan karena tertutup ranting pohon.

Basuki,(39), warga Argopuro, Kota Mojokerto, mengaku, kesulitan saat menyebrangkan kendaraannya dari arah Semeru menuju ke Jalan Raya Wilis, Kota Mojokerto.

"Sangat disayangkan ketika lampu kuning peringatan di Jalan Semeru sudah lama tertutup pohon," ujarnya Rabu (18/9/2019).

Basuki berharap, Pemerintah Kota Mojokerto melalui dinas terkait segera melakukan pemangkasan terhadap ranting pohon tersebut.

"Pohonnya sudah sangat tinggi. Takutnya saat musim hujan tiba bisa membahayakan lingkungan sekitar," imbuhnya.

Budi,(26), remaja asal Jalan Raya Wilis, menegaskan, kendaraan di perempatan jalan tersebut cukup cepat dan tidak mau mengalah satu sama lain.

"Jangan sampai terjadi kecelakaan, kalau ada lampu peringatan pengguna bisa mengurangi kecepatan kendaraannya," ungkap Budi Rabu (18/9/2019).

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved