Berita Tuban

Wabup Tuban Tegaskan akan Copot Oknum Camat yang Jadi Makelar Tanah di Lahan Kilang Minyak Pertamina

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, akan pecat oknum camat yang menjadi makelar pengadaan tanah atas lahan proyek Pertamina dengan Rosneft

Wabup Tuban Tegaskan akan Copot Oknum Camat yang Jadi Makelar Tanah di Lahan Kilang Minyak Pertamina
surya.co.id/m sudarsono
Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein saat memberikan tanggapan terkait pengerjaan land clearing, Selasa (19/9/2019) 

SURYA.co.id | TUBAN - Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, memberikan perhatiannya atas proyek kilang minyak Grass Root Refinery (GRR).

Noor Nahar berharap tidak ada oknum camat yang menjadi makelar pengadaan tanah atas lahan proyek Pertamina dengan Rosneft tersebut, bahkan siap memberi sanksi berat jika memang nantinya diketahui ada oknum camat yang bermain makelaran lahan.

"Jika nanti ada camat ketahuan bermain makelaran lahan, maka akan saya copot," Ujarnya kepada wartawan di BLKI, Selasa (17/9/2019).

Menurutnya, apa yang disampaikan beralasan.

Ia tak mau masyarakat di sekitar kilang minyak yang punya lahan justru merugi karena tanahnya ada yang memakelari.

Saat ini juga telah berlangsung pembebasan lahan milik warga, setelah putusan kasasi MA memenangkan Gubernur Jatim atas lahan yang digugat warga sekitar.

Oleh karena itu, Noor Nahar yang juga sebagai ketua DPC PKB Tuban itu menegaskan agar camat tidak bermain tanah di proyek tersebut.

"Kalau ketahuan ada camat yang bermain tanah maka saya pecat, ini sikap jelas saya kira, kasihan warga kalau dibuat mainan," Pungkasnya.

Sekadar diketahui, pembangunan kilang minyak ini membutuhkan lahan sekitar 841 hektare, rinciannya lahan KLHK 348 hektare, dan lahan warga 493 hektare, meliputi Desa Wadung, Sumurgeneng, dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu. 

Sebelumnya, kilang akan ditempatkan di Desa Remen dan Mentoso membutuhkan lahan 548 hektare, rinciannya lahan KLHK 348 hektare, dan lahan warga sekitar 200 hektare lebih.

Namun, pembebasan lahan yang tak kunjung selesai sehingga proyek dipindahkan di tiga desa tetangga.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved