Citizen Reporter

UPT Politeknik Negeri Malang dan Prodi D3 Bahasa Inggris Polinema Gelar SNIB 2019

UPT Politeknik Negeri Malang bersama Prodi D3 Bahasa Inggris Polinema mengadakan Seminar Nasional Industri Bahasa (SNIB) 2019 tentang..

UPT Politeknik Negeri Malang dan Prodi D3 Bahasa Inggris Polinema Gelar SNIB 2019
ist/citizen reporter
UPT Politeknik Negeri Malang dan Prodi D3 Bahasa Inggris Polinema Gelar Seminar Nasional Industri Bahasa (SNIB) 2019 

SURYA.co.id - Sudah bukan rahasia lagi, di era industri 4.0 yang sekarang sedang berlangsung, segala hal bisa dikembangkan menjadi industri kreatif. Tidak terkecuali bidang bahasa dan sastra.

Bertolak dari kondisi itu, UPT Politeknik Negeri Malang bersama Prodi D3 Bahasa Inggris Polinema mengadakan Seminar Nasional Industri Bahasa (SNIB) 2019 yang mengangkat tema Industri Bahasa dalam Era Industri 4.0. SNIB 2019 dilaksanakan di Aula Gedung Sipil Lantai 8 Polinema, Sabtu (31/8/2019).

SNIB 2019 yang terdiri atas dua sesi panel dan dua sesi paralel dimulai pada pukul 08.00 dengan dihadiri puluhan peserta yang berasal dari berbagai daerah seperti Semarang, Solo, Jakarta, Yogyakarta, Medan, dan lain-lain. Sesi panel pertama disampaikan Danny Susanto, yang membawakan materi tentang prospek penjurubahasaan di Indonesia.

Menurut paparannya, masa depan penjurubahasaan di Indonesia akan mengalami peningkatan kebutuhan dengan semakin berkembangnya kota-kota di Indonesia khususnya dalam infrastruktur, daya tarik wisata, serta semakin banyak seminar atau konferensi yang diselenggarakan di Indonesia. Dengan demikian, di era industri 4.0 ini, profesi sebagai juru bahasa bisa menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan bagi para pegiat bahasa dan sastra.

Sesi panel pertama dilanjutkan dengan penjelasan dari Ketua Prodi D4 Bahasa Inggris Polinema, Siti Rohani dan Ketua Prodi D3 Bahasa Inggris Polinema, Sugeng Hariyanto. Kedua narasumber itu mempresentasikan salah satu mata kuliah yang diajarkan di Polinema untuk membekali mahasiswa Polinema dengan kemampuan mengerjakan proyek subtitling baik lagu, film, iklan, dan sebagainya.

Pada sesi panel kedua, hadir Masduki, Direktur Language Center Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia mempresentasikan salah satu produk tes bahasa Inggris yang dimiliki Language Center UMM, yaitu TAEP.

TAEP merupakan instrument penilaian untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang yang dikembangkan UMM. Dengan kata lain, TAEP merupakan bentuk nyata dari salah satu perkembangan industri bahasa di era 4.0. TOEFL dari ETS bukan lagi satu-satunya instrumen yang bisa digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris.

Ada juga Ade Indarta, Ex-Netflix Regional Language Manager. Keberadaan Netflix sebagai sebuah platform yang menyediakan subtitle film juga merupakan salah satu bentuk industri bahasa di era 4.0.

Usai acara, diumumkan pelaksanaan SNIB tahun depan di Politeknik Negeri Jakarta. SNIB diharapkan bisa menjadi agenda tahunan yang menjadi wadah bertemunya pegiat bahasa dan pelaku industri bahasa dari seluruh Indonesia.

Novia Anggraini
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Negeri Malang
ininovianggraini@gmail.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved