Berita Jember

Tak Mau Lagi Ada Kecelakaan KA Vs Kendaraan Lain, PT KAI Daop 9 Jember Sosialisasi Keselamatan

Berdasarkan data dari PT KAI Daop 9 Jember, selama tahun 2019 terjadi 13 kecelakaan di perlintasan sebidang. Peristiwa di Rambipuji menambah daftar it

Tak Mau Lagi Ada Kecelakaan KA Vs Kendaraan Lain, PT KAI Daop 9 Jember Sosialisasi Keselamatan
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Sosialisasi keselamatan yang digelar PT KAI Daop 9 Jember di perlintasan sebidang. 

SURYA.co.id | JEMBER - Kecelakaan antara mobil dan KA Mutiara Timur Siang di Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, kabupaten Jember, Selasa (17/9/2019) siang menambah daftar panjang kasus kecelakaan di perlintasan sebidang di wilayah kerja PT KAI Daop 9 Jember.

Berdasarkan data dari PT KAI Daop 9 Jember, selama tahun 2019 terjadi 13 kecelakaan di perlintasan sebidang. Peristiwa di Rambipuji menambah daftar itu. Ada sembilan nyawa melayang rentetan peristiwa tersebut.

Pihak PT KAI Daop 9 Jember menyebut selama ini perlintasan sebidang merupakan salah satu titik yang sering terjadi kecelakaan. Sementara PT KAI sudah melakukan sejumlah cara, seperti sosialisasi, memasang imbauan di pintu perlintasan, dan rambu-rambu.

Tetapi beberapa kecelakaan masih terjadi di perlintasan sebidang. Karenanya, PT KAI Melakukan sosialisasi perihal keselamatan melintas di pinru perlintasan sebidang, pada Selasa (17/9/2019), dan Rabu (18/9/2019).

Sosialisasi dua hari dilakukan di perlintasan sebidang di enam titik yakni tiga titik di wilayah Kabupaten Jember (JPL 163, JPL 161, serta JPL 125) dan tiga titik di wilayah Kabupaten Banyuwangi (JPL 19, JPL 17, serta JPL 9).

PT KAI Daop 9 Jember menggandeng pihak kepolisian, serta dinas perhubungan kabupaten dalam kegiatan itu.

Seperti yang dilakukan pada Selasa (17/9/2019) di pintu perlintasan Kelurahan Baratan Kecamatan Patrang. Peserta sosialisasi merupakan pelajar SD di dekat pintu perlintasan tersebut.

“Melalui kegiatan ini, kami harapkan kesadaran masyarakat untuk menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang semakin meningkat. Sebab, pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang tidak saja merugikan pengendara jalan tetapi juga perjalanan kereta api,” jelas Vice President PT KAI Daop 9 Jember, Joko Widagdo.

Perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang.

Perlintasan sebidang tersebut muncul dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api.

Tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas memicu timbulnya permasalahan yaitu terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.

Di wilayah PT KAI Daop 9 Jember terdapat 381 perlintasan sebidang yang resmi, dan 76 perlintasan sebidang tidak resmi, serta 33 perlintasan tidak sebidang baik berupa flyover, maupun underpass.

Ratusan pintu perlintasan sebidang dan tidak sebidang itu memanjang mulai dari Kota Pasuruan hingga Kabupaten Banyuwangi.

Contoh perlintasan sebidang tidak resmi adalah lokasi kecelakaan mobil Honda City Car yang dikemudikan Imam Sudjono (66) dengan KA Mutiara Timur Siang rute Surabaya - Banyuwangi di Dusun Gayam Desa Rambigundam Kecamata Rambipuji, Selasa (17/9/2019)

“Sosialisasi di perlintasan sebidang ini tak hanya sampai di sini saja. Kami berkomitmen bahwa agenda sosialisasi ini akan terus berkelanjutan secara bertahap di titik lain. Meskipun pada prosesnya langkah yang dilakukan KAI untuk keselamatan tersebut juga kerap mendapatkan penolakan dari masyarakat, maka dibutuhkan langkah untuk mencari jalur alternatif bagi masyarakat yang harus disolusikan bersama oleh pemerintah pusat, atau daerah," pungkas Joko.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved