SDK Santo Aloysius Surabaya Latih Anggota Aloysius Care

SDK Santo Aloysius Surabaya Latih Anggota Aloysius Care. Berputar lapangan sekolah sambil meneriakkan yel-yel Bertali. Bertali merupakan akronim dari

SDK Santo Aloysius Surabaya Latih Anggota Aloysius Care
ist/citizen reporter
SDK Santo Aloysius Surabaya Latih Anggota Aloysius Care 

SURYA.co.id - Berputar lapangan sekolah sambil meneriakkan yel-yel Bertali mengawali pelatihan anggota Aloysius Care yang diselenggarakan SDK Santo Aloysius Surabaya pada 30-31 Agustus 2019. Bertali merupakan akronim dari Berani, Tangkas, dan Peduli yang menjadi motto Aloysius Care.

Menurut Paulina Gati Yuliana, Ketua Panitia Aloysius Care, kegiatan itu untuk mendidik peserta menjadi anak yang cinta terhadap lingkungan dan sesama terlebih bagi diri sendiri.

Diikuti 18 siswa kelas IV dan V yang lolos seleksi, pembinaan bertema Dipanggil Menjadi Perantara Tangan-Nya, peserta diberi tantangan, yaitu setiap kali menyelesaikan tugas, hanya ada waktu 20 menit. Tepat pukul 23.00 peserta diuji tingkat keberanian mental dan kemandirian dengan petualangan jerit malam.

Peserta berpasangan untuk menemukan pos sambil memegang lilin sebagai penerang. Semua lampu sekolah dipadamkan. Setiap pos ada tugas yang harus diselesaikan. Ada tiga pos yang harus dilalui, yaitu menyusun kata-kata dalam puzzle, membuat rangkaian doa bervariasi dengan tujuan kedamaian, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Keesokan hari, peserta diajak bermain. Kali ini permaianan Petadetup, yaitu peduli, dan tangkas dengan mata tertutup. Permainan pertama menguji kepekaan dengan cara menemukan sumber suara yang dibunyikan pembina dengan botol kaca. Mata peserta ditutup kain.

Permainan kedua menguji kekompakan. Ketua kelompok memandu anggota memasukkan paku dalam botol. Tidak mudah bagi tiap tim karena anggotanya saling terikat tali dan dalam keadaan mata masih tertutup kain.
Aksi lucu terlihat saat peserta tarik menarik, saling menyenggol, dan takut jatuh membuat yang ikut menyaksikan aksi mereka tertawa.

Usai permainan, peserta diminta memaparkan visi dan misi yang telah dibuat menjadi satu kesepakatan dalam tiap bidang koordinasi. Rangkaian selanjutnya merupakan acara puncak yang dinanti, yakni peresmian dan pelantikan Aloysius Care oleh kepala sekolah.

"Ini pengalaman pertama bagi saya ikut dalam pembinaan Aloysius Care. Saya senang bisa lolos seleksi dan mengikuti pelatihan sebab menjadi Aloysius Care adalah tanggung jawab besar. Saya harus menjadi contoh yang baik bagi teman-teman di sekolah dan diri sendiri untuk lebih mandiri," ujar Petra Sofia Loering, siswa kelas 4.

Anggota Aloysius Care yang telah dilantik diharapkan mau melayani, berani menegur teman yang salah, tangkas terhadap situasi dalam berbagai tantangan, yaitu tidak malas belajar, taat pada peraturan sekolah. Selain itu, mereka mau peduli baik bagi lingkungan sekitar sekolah dan sesama saat di jalan.

Juventus Antonius
Tenaga Kependidikan di SDK Santo Aloysius Surabaya
juvent69an@gmail.com

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved