Pilbup Jember 2020

PDI Perjuangan Sudah Kantongi Nama Bakal Calon Kepala Daerah Jember?

Arif menyinggung bahwa PDIP sudah mengantongi nama yang bakal direkom. Namun dua kali pula Arif tidak mau menyebut nama itu.

PDI Perjuangan Sudah Kantongi Nama Bakal Calon Kepala Daerah Jember?
SURYA.co.id/Sri Wahyunik
Foto dok - Bupati Faida ambil formulir Bacabup di PDIP Jember, Sabtu (14/9/2019). 

SURYA.co.id | JEMBER - DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bakal menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) untuk bakal calon kepala daerah Jember yang mendaftar lewat PDIP.

Uji kepatutan dan kelayakan itu digelar di Kantor DPD PDIP Jatim di Surabaya, Rabu (18/9/2019).

Dari surat yang didapatkan Surya, ada 12 nama yang dipanggil untuk mengikuti uji kepatutan dan kelayakan itu.

Mereka adalah Bambang Wahjoe Sujono (Sekretaris DPC PDIP Jember), Faida (Bupati Jember), Rasyid Zakaria (Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember), Achmad Anis (mantan Ketua KPU Jember), Abdus Salam (pengusaha properti), Hendy Siswanto (pengusaha), Haidar Ulum (Sekretaris Banteng Muda Indonesia), Abdurrohman (Panitera PA Jember), Abdul Kholiq (dosen Universitas Jember), Kusbandono (aktivis difabel), Zulkifli (mantan kades), Ali Asegaf (pegiat pemikiran Bung Karno).

Ketua Tim Tujuh Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah Jember DPC PDIP Jember Widarto, berkas mereka yang mengambil formulir dan mengembalikan formulir pendaftaran sudah diserahkan semua ke DPD PDIP Jatim.

"Semua berkas sudah kami serahkan ke DPD PDIP Jatim. Besok dilakukan fit and proper test untuk 12 orang yang mengembalikan formulir," ujar Widarto kepada Surya, Selasa (17/9/2019). Uji kepatutan dan kelayakan digelar mulai pukul 08.30 Wib.

Dua belas orang yang dipanggil untuk mengikuti uji kepatutan dan kelayakan itu semuanya mendaftar melalui penjaringan di DPC PDIP Jember.

Ketua DPC PDIP Jember Arif Wibowo menegaskan, tidak ada yang mendaftar melalui DPD maupun DPP PDIP.

"Semuanya mendaftar lewat DPC PDIP," ujar Arif.

Seluruh hasil dari uji kepatutan dan kelayakan itu bakal diserahkan ke DPP PDIP. Ketika disinggung siapa yang bakal diberi rekomendasi oleh DPP, Arif menegaskan itu merupakan kebijakan mutlak dari DPP PDIP.

Rekomendasi itu nantinya akan disampaikan maksimal tiga bulan sebelum masa pendaftaran calon kepala daerah, atau sekitar bulan Maret 2020.

"Itu paling akhir, namun kalau maju atau sebelum Maret diumumkan juga tidak apa-apa, kalau memang sudah ada," imbuhnya.

Dalam dua kali kesempatan wawancara, Arif menyinggung kalau PDIP sudah mengantongi nama yang bakal direkom. Namun dua kali pula Arif tidak mau menyebut nama itu.

"Sudah kantongi nama iya, tapi kan ada proses-proses di dalamnya. Kami tetap memegang teguh proses di PDIP, semua tahapan kami lakukan. Nantinya juga akan ada survei internal. Bahkan akan ada empat kali survei internal untuk mengetahui bagaimana profil masing-masing bakal calon," tegas Arif.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved