Citizen Reporter

Kuliah di Rusia? Begini Kisah Menarik Mahasiswa asal Indonesia di Sana

Sangat sedikit yang terpikir apalagi tertarik untuk membidik Rusia. Padahal, menurut UNESCO, pada 2014 Rusia merupakan negara terkenal ke-6 dikalangan

Kuliah di Rusia? Begini Kisah Menarik Mahasiswa asal Indonesia di Sana
PIXABAY
David Mark 

SURYA.co.id - Siapa yang pernah terpikir melanjutkan kuliah ke Rusia? Begitu pertanyaan pertama yang dilontarkan Evi Eliyanah dalam acara Edutalk: Beasiswa S1, S2, dan S3 di Rusia, Kamis (5/9/2019). Acara berlangsung di Aula A3 Lt 2 Universitas Negeri Malang.

Kegiatan itu diadakan oleh Office of International Affairs (OIA). Evi selaku Direktur OIA memberikan sambutan sekaligus membuka acara siang itu. Hanya sedikit mahasiswa yang mengacungkan tangan setelah mendengar pertanyaan Evi.

Dari dulu, pelajar Indonesia hanya menilik Amerika, Inggris, Australia, dan Jerman sebagai tempat untuk melanjutkan kuliah. Seiring berjalannya waktu, Jepang dan Korea kini cukup menarik minat pelajar Indonesia.

Sangat sedikit yang terpikir apalagi tertarik untuk membidik Rusia. Padahal, menurut UNESCO, pada 2014 Rusia merupakan negara terkenal ke-6 di kalangan mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan. Akan tetapi, hal itu tidak berlaku bagi mahasiswa Indonesia.

Edutal kini ditemani dua pemateri yang telah menyelesaikan pendidikan di Rusia. Ananta Rilo Pambudi Hutomo dan Febri Wijayanti. Mereka membagi pengetahuan tentang Rusia dan pengalaman hidup di Rusia.

“Terlalu banyak mitos yang beredar di antara pelajar Indonesia yang membuat mereka enggan melanjutkan pendidikan ke Rusia. Lima tolok ukur kita dalam memandang Rusia adalah agama, iklim, ideologi, vodka, dan rasisme,” tutur Rilo.

Di antara kelima hal itu, ada yang memang merupakan fakta ada pula yang sekadar mitos. Orang Indonesia cenderung memercayai kelima hal itu adalah fakta sehingga pilihan melanjutkan pendidikan ke Rusia di antara pelajar Indonesia sangat kecil.

“Isu agama menduduki posisi tertinggi. Kita terlalu percaya, di Rusia semua penduduknya adalah Kristen Ortodox. Padahal di Rusia, ada dua kota yang spesial. Sebagian besar penduduknya adalah Muslim. Salah satunya adalah Kazan yang memiliki julukan The Third Capital of Russia, kota yang menjadi jantung ketiga Rusia setelah Moskow dan St Petersbug,” ungkap Rilo.

Iklim di Rusia saat musim dingin memang mematikan. Desember tahun lalu, suhu dingin mencapai -71,2 derajat Celcius. Sejurus peserta Edutalk ramai.

“Suhu Malang 13 derajat Celcius saja sudah begitu dingin menembus tulang, apalagi -71,2 derajat Celcius. Hidup gak kita, ya?” seloroh Diah, salah satu peserta Edutalk.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved