Berita Sidoarjo

Ketua Yayasan dan Plt Rektor Unsuri Mangkir Sidang Mediasi Pemecatan Dosen Unsuri

Ketua Yayasan Unsuri Surabaya, Musyafak Rouf & Plt Rektor Unsuri, Sudjai mangkir dalam sidang perkara pemecatan Dosen Unsuri, Iwan Wahyu Susanto

Ketua Yayasan dan Plt Rektor Unsuri Mangkir Sidang Mediasi Pemecatan Dosen Unsuri
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Ruang mediasi Pengadilan Negeri Sidoarjo. Di tempat ini digelar mediasi perkara pemecatan Dosen Unsuri Iwan Wahyu Susanto, Selasa (17/9/2019). Tapi mediasi gagal karena dua tergugat tidak hadir. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Ketua Yayasan Universitas Sunan Giri (Unsuri) Surabaya, Musyafak Rouf dan Plt Rektor Unsuri, Sudjai mangkir alias tidak hadir dalam sidang perkara pemecatan Dosen Unsuri, Iwan Wahyu Susanto.

Alhasil, sidang keempat dengan agenda mediasi yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Selasa (17/9/2019) pun gagal dilaksanakan.

Dalam perkara ini, Ketua Yayasan Musyafa Rouf dan Plt Rektor Sudjai merupakan tergugat I dan tergugat II.

Sementara menggugatnya adalah Iwan Wahyu Susanto, dosen yang dipecat dari kampus di kawasan Waru Sidoarjo tersebut.

Terkait perkara itu, hakim Hakim Mulyadi berusaha menghadirkan para pihak untuk mediasi. Sekira pukul 9.30 WIB, mediasi pun digelar secara tertutup di PN Sidoarjo. Namun karena tergugat I dan tergugat II tidak hadir, mediasi pun gagal.

"Tidak hadirnya tergugat I dan II ini bisa menjadi bahan pertimbangan hakim untuk mengambil keputusan. Bahwa mereka ini benar melakukan kesalahan-kesalahan yang kami tuduhkan," kata Andi Mulya, Kuasa hukum Iwan Wahyu Susanto saat di PN Sidoarjo.

Menurut dia, ketidakhadiran para tergugat dengan alasan tidak jelas dalam mediasi ini jelas membuat pihaknya kecewa. Hal ini, disebut dia, membuktikan bahwa para tergugat tidak mempunyai itikad baik dalam menyelesaikan permasalahan hukum.

Andi juga menilai bahwa hal ini bisa didefinisikan sebagai Contempt Of Court. Atau lebih tepatnya mereka tidak mengindahkan asas kepatutan sebagai warga negara yang baik di mata hukum.

Sementara Abdul Gofur selaku kuasa hukum tergugat I dan II, mengiyakan bahwa mediasi gagal lantaran dua kliennya tidak hadir. Namun, kata dia, ketidakhadiran kliennya itu karena memang ada kesibukan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

"Itu formal dari pengadilan. Pihak penggugat tahu. Prinsipal dan saya pengacaranya, juga hadir. Jadi alasan mediasi gagal itu tadi sudah dicatat oleh majelis," jelasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, pemecatan Iwan Wahyu Susanto diduga kuat lantaran dirinya ikut menandatangani mosi tidak percaya yang ditujukan kepada bendahara yayasan, Jeje Abdul Rojak yang saat itu juga merangkap jabatan sebagai ketua Senat di Unsuri.

Dalam mosi yang diteken 33 orang dari jajaran pegawai (para Dekan, para Kepala Biro, para Kepala Lembaga, para Kepala Prodi, Kabag serta dosen dan karyawan) Unsuri tersebut, juga disoal laporan keuangan Yayasan yang dinilai jauh dari kata transparan.

Selain itu, terkait kebijakan menarik Sutet (saluran udara tegangan ekstra tinggi) ke area kampus yang juga sempat menuai protes sejumlah mahasiswa dan warga.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved