Berita Surabaya

Kemendikbud Tantang SMK Surabaya Bikin Jaringan Provider Sendiri, Minimal Bisa Video Live di Sekolah

Mendapat tantangan tersebut, Kepala SMK PGRI 13 Surabaya Sri Wilujeng menyatakan kesiapannya atas tantangan Kemendikbud itu.

Kemendikbud Tantang SMK Surabaya Bikin Jaringan Provider Sendiri, Minimal Bisa Video Live di Sekolah
surya.co.id/ahmad zaimul haq
ORIENTASI PRODUKSI & BISNIS - Kabid PSMK Dispendik Jatim, Suhartono (tengah) didampingi Kasubdit Lasjurin Dit PSMK Kemendikbud RI Sulistyo Mukthi Cahyono (baju putih) melihat pameran hasil penerapan Teaching Factory (Tefa) kelas industri SMK PGRI 13 di Hotel Mercure Mirama, Surabaya Senin (16/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Direktur The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Direktorat Pendidikan SMK Kemendikbud Gatot Hari Priyo Wiryanto menantang siswa SMK PGRI 13 Surabaya untuk membuat jaringan Provider sendiri.

Minimal bisa dimanfaafkan untuk video live di lingkungan sekolah sendiri. Jika sukses, mereka berhak atas penghargaan khusus Kementerian. Tantangan itu ditujukan kepada seluruh siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

"Ayo silakan manfaatkan kemampuan yang dimiliki untuk hal produktif. SMK harus menjawab tantangan era digitalisasi," kata Gatot saat menghadiri Pameran Karya SMK PGRI 13 di Hotel Mercure Surabaya, Senin (16/9/2019).

Sekolah ini menggelar Pameran Teaching Factory Kelas Industri dan Seminar Pembelajaran Berbasis Produk Kreatif sebagai Implementasi Kurikulum Berbasis Teaching Factory era 4.0.

Selain Direktur SEAMEO hadir pula Sulistio Mukti Cahyono Kasi Penyelarasan Kejuruan Direktorat Pembinaan SMK
Kemendikbud, serta perwakilan Dindik Jatim.

Tantangan itu disambut antusias siswa dan guru SMK yang berlokasi di Sidosermo tersebut. Apalagi mereka dua tahun terakhir mendapat kemampuan khusus bagaimana menyambung dan membuat jaringan yang memanfaatkan fiber optik.

"Kami tadi diminta membuat jaringan lokal sendiri. Minimal bisa untuk video live atau bikin pengumuman sekolah di setiap proyektor kelas," kata Chutman Efendi, guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK PGRI 13.

Mendapat tantangan tersebut, Kepala SMK PGRI 13 Surabaya Sri Wilujeng menyatakan kesiapannya atas tantangan Kemendikbud itu.

"Alat dan fasilitas untuk TKJ kami sudah ada juga bantuan dari Kemendikbud. Siswa harus menjawab tantangan tersebut," kata Sri.

Kemampuan siswa membuat jaringan itu juga dipamerkan di Hotel Mercure Surabaya. Selama ini, mereka mendapat fasilitas khusus TKJ dari kementerian, termasuk di dalamnya adalah alat khusus menyambung serat optik.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved