Indonesian Youth Marine Debris Summit 2019 Ajak Generasi Muda Peduli Sampah

Sebanyak 40 peserta yang terlibat merupakan delegasi dari seluruh provinsi di Indonesia. Mereka diajak untuk mengenal dan peduli terhadap sampah

Indonesian Youth Marine Debris Summit 2019 Ajak Generasi Muda Peduli Sampah
ist/citizen reporter
Membersihkan laut 

SURYA.co.id - Indonesia telah dikenal dunia sebagai negara dengan basis maritim. Hampir dua pertiga daerahnya adalah laut. Tentu hal itu membuat Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia setelah Brazil.

Namun, Indonesia juga penyumbang sampah laut (marine debris) terbesar ke dua di dunia setelah Tiongkok. Ini menjadi sebuah masalah, apalagi tren produksi sampah manusia terus meningkat. Diproyeksikan, pada 2050 nanti akan lebih banyak sampah daripada ikan di lautan.

Menyikapi isu itu, NGO Divers Clean Action bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJRPL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengadakan kegiatan kepemudaan karena masa depan bangsa ada di tangan-tangan pemudanya.

Even itu bernama Indonesian Youth Marine Debris Summit 2019 yang diselenggarakan di Jakarta, 24-29 Agustus 2019.

Sebanyak 40 peserta yang terlibat merupakan delegasi dari seluruh provinsi di Indonesia. Mereka telah menyisihkan lebih dari 1.000 pendaftar dengan rentang usia 18-25 tahun.

Pada malam pembukaan, Brahmantya selaku Direktur DJRPL menyampaikan, sudah saatnya anak-anak muda kembali melihat lautnya.

“Sudah saatnya kita kembali menghadap laut dan menyelamatkan apa yang masih bisa diselamatkan. Apalagi, nenek moyang kita adalah pelaut, maka sudah seharusnya kita menjadikan laut sebagai pilar untuk membangun bangsa,” katanya.

Kegiatan hari pertama bersifat indoor. Peserta diajak untuk lebih mengenal isu persampahan nasional dan strategi pemerintah untuk menangani masalah itu. Instansi terkait seperti Indonesian Solid Waste Association (InSWA), Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ikut terlibat.

Di hari berikutnya, para peserta menuju ke Kepulauan Seribu. Mereka melihat implementasi project Save Our Small Islands di Pulau Untung. Perjalanan berlanjut ke Pulau Karya untuk melakukan snorkeling dan diving sembari melakukan Beach Clean Up.

Di hari terakhir, peserta melakukan presentasi action plan. Actin plan dilakukan dengan metode elevator pitch di @america.

“Seperti tagline acaranya, datang dengan ide pulang dengan aksi, maka kami berharap mereka akan kembali ke daerah masing-masing, menjalankan action plan, dan membawa perubahan di masyarakat, utamanya untuk menyelesaikan permasalahan marine debris,” ucap Swietenia Puspa Lestari, Founder dari Divers Clean Action.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved