BNI dan BI Jatim Sosialisasikan Kewajiban Rekening Khusus DHE SDA bagi Nasabah Eksportir

BNI dan BI melakukan sosialisasi pengelolaan Rekening Khusus (Reksus) Devisa Hasil Ekspor (DHE) Indonesia khususnya yang berasal dari Sumber Daya Alam

BNI dan BI Jatim Sosialisasikan Kewajiban Rekening Khusus DHE SDA bagi Nasabah Eksportir
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Dari kiri: Pemimpin Kelompok Trade Finance Divisi International BNI, Alfri Hamonangan, Wakil kepala BI Jatim, Harmanta, Pgs Head of Region BNI Wilayah Surabaya, Handoko Adi Nugroho, Kepala Advisory ekonomi dan Keuangan BI Jatim, Elly Silitonga dan Pemimpin Kelompok Pemasar dan Advisory Trade BNI, Iani Madyaningsih berbincang disela acara sosialisasi kewajiban rekening khusus DHE SDA bagi nasabah eksportir di Hotel JW Marriot, Selasa (17/9). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI Kanwil Surabaya telah sigap mempersiapkan pengelolaan Rekening Khusus (Reksus) Devisa Hasil Ekspor (DHE) Indonesia khususnya yang berasal dari Sumber Daya Alam (SDA).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari penerbitan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam serta seperangkat regulasi pendukung lainnya, khususnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 21/3/PBI/2019 dan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No. 21/15/PADG/2019 tentang Penerimaan Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan SDA.

Handoko Adi Nugroho, Pgs Pemimpin Wilayah Surabaya, mengatakan inisiatif penyelenggaraan kegiatan sosialisasi ini bertujuan selain untuk mendukung program Pemerintah RI dalam meningkatkan DHE SDA juga untuk meningkatkan kerjasama dan pemahaman antara BNI dengan nasabah eksportir.

"Terutama mengenai implementasi Peraturan Pemerintah dimaksud serta meningkatkan potensi bisnis terkait lainnya," kata Handoko di sela sosialisasi yang digelar Selasa (17/9/2019 ).

Pada sosialisasi ini, BNI menggandeng Bank Indonesia selaku regulator yang mengampu kebijakan terkait, dalam rangka menyelenggarakan kegiatan sosialisasi guna memberikan pemaparan lebih lanjut mengenai PBI No. 21/3/PBI/2019 tentang Penerimaan DHE SDA kepada para Nasabah Eksportir BNI.

Sosialisasi dihadiri 87 perusahaan eksportir SDA yang mencakup sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan, berasal dari Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Sidoarjo.

Handoko Adi menyebutkan, hingga Agustus 2019, volume transaksi ekspor BNI secara keseluruhan mengalami pertumbuhan sebesar 20,53 persen (YoY) dan pembiayaan ekspor baik melalui negosiasi maupun diskonto bertumbuh sebesar 17,50 persen (YoY).

"Sementara untuk volume transaksi ekspor kami di Wilayah Surabaya hingga saat ini telah tumbuh sebesar 45,10 persen (YoY). Kami optimis dengan diimplementasikannya seperangkat regulasi terkait DHE SDA ini di satu sisi akan berdampak positif terhadap penambahan DPK BNI, dan di sisi lain segala bentuk DHE yang masuk khususnya yang berasal dari SDA pun akan lebih terkontrol dan termonitor dengan baik sehingga dapat diketahui sejumlah potensi besar mana yang dapat ditingkatkan oleh pemerintah ke depannya,” ungkap Adi.

Secara garis besar, terdapat empat pokok pengaturan dalam PBI DHE SDA yang dipaparkan oleh Elly Silitonga, Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur pada kegiatan sosialisasi tersebut.

Yaitu, pertama, kewajiban Penerimaan DHE SDA melalui Rekening Khusus (Reksus) DHE SDA.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved