Citizen Reporter

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gelar Pameran Artefak di Madiun

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) mengadakan acara bertajuk pelestarian cagar budaya Jawa Timur. Acara itu berupa pameran artefak dan dokumentasi

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gelar Pameran Artefak di Madiun
ist/citizen reporter
Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) 

SURYA.co.id - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) mengadakan acara bertajuk pelestarian cagar budaya Jawa Timur. Acara itu berupa pameran artefak dan dokumentasi cagar budaya Jawa Timur, seminar tentang perizinan dan pengelolaan Jawa Timur, talkshow dengan komunitas pengurus cagar budaya, serta lomba vlog dan puisi bertema cagar budaya Jawa Timur.

Acara digelar 3-5 September 2019 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga.

Cagar budaya sering diidentikkan dengan hal-hal berbau mistis dan kuno yang kurang populer di mata masyarakat modern. Cagar budaya semakin terpinggirkan keberadaannya karena minimnya perhatian masyarakat dan pemkot setempat. Cagar budaya perlu dilestarikan agar nilai-nilai identitas masyarakat tidak luntur oleh perkembangan zaman.

Ady Erlianto Setiawan dari Komunitas Roodeburg sebagai narasumber seminar menyebutkan, perubahan mindset merupakan kunci utama dalam pelestarian cagar budaya. “Jika pembentukan mindset terhadap pentingnya cagar budaya gagal di masyarakat, maka bukan tidak mungkin cagar budaya akan semakin hilang keberadaannya,” katanya, Rabu (4/9/2019).

Selain itu, Ady juga bercerita tentang sejarah kota Madiun yang menjadi tempat pembuatan kereta api di zaman kolonialisme Belanda.

Menurutnya, Madiun di masa itu merupakan sentra pembuat keris. Ada banyak mpu dan pembantunya ahli dalam hal metalurgi.

Melihat ketersediaan sumber daya manusia itu, pihak belanda lalu memutuskan untuk membuat pabrik kereta api di Madiun.

Pameran cagar budaya juga menampilkan artefak peninggalan leluhur. Disediakan pula booth untuk konsultasi bangunan milik pribadi yang berminat untuk dijadikan cagar budaya.

Menurut Andi Muhammad Said, Kepala BPCB Jatim, bangunan milik pribadi yang telah menjadi cagar budaya akan dikenakan potongan pajak tanah dan bangunan sebesar 50 persen.

Selain itu, jika keluarga tidak sanggup untuk merawat bangunan itu, pemerintah akan membiaya perawatannya. Bangunan pribadi yang akan didaftarkan harus jelas kepemilikannya dan bebas dari sengketa hukum.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved