Berita Madiun

7 Sumur P2T Hibah Kementerian Pertanian Senilai Rp 3,6 Miliar di Kota Madiun Mangkrak, Ini Sebabnya

Sudah sekitar setahun lebih, tujuh sumur P2T di Kota Madiun mangkrak. Masalah listrik diduga jadi penyebabnya

7 Sumur P2T Hibah Kementerian Pertanian Senilai Rp 3,6 Miliar di Kota Madiun Mangkrak, Ini Sebabnya
surya/rahadian bagus
Sumur P2T di Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Sumur P2T ini diduga mangkrak 

SURYA.co.id | MADIUN - Sudah sekitar setahun lebih, tujuh sumur proyek pengembangan air tanah (P2T) di Kota Madiun mangkrak. Ketujuh sumur P2T itu berada di Kelurahan di Josenan, Manisrejo, Kanigoro, Tawangrejo, Rejomulyo, Ngegong, Banjarejo.

Sumur yang dibangun pada 2016 silam menggunakan dana Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementrian Pertanian itu, terakhir digunakan sekitar Januari 2018. Sumur bantuan dari pemerintah tersebut tidak lagi digunakan karena daya listrik yang dipasang diganti dengan daya listrik yang terlalu rendah, sehingga tidak kuat untuk mengoperasikan mesin pompa.

Sumur tersebut sempat digunakan ketika masih menggunakan meteran listrik pascabayar. Pada saat itu, sumur masih difungsikan para petani dan dayanya memadai untuk menghidupkan pompa mesin sumur berkekuatan 15 horse power atau setara dengan 30 kva.

Namun, persoalan mulai muncul ketika datang musim hujan.

Petani tidak lagi menggunakan pompa karena air melimpah pada saat hujan, namun petani tetap dibebani biaya abonemen listrik sekitar Rp 2,2 juta.

Hingga akhirnya, daya listrik yang semula sistem pascabayar dipasang diganti dengan daya listrik sistem token atau prabayar.

Namun, ternyata daya listrik prabayar maksimal hanya sebesar 16.500 va atau 16,5 kva.

Dengan daya sebesar itu, hanya bisa menghidupkan daya pompa 11 hp.

"Awalnya listrinya menggunakan pascabayar dengan daya 33 ribu va atau 33 kva. Mesinnya 15 hp atau setara dengan 30 kva. Sekarang, diganti prabayar dengan daya16.500 va atau 16,5 kva hanya bisa menghidupkan daya pompa 11 hp," Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Muntoro Danardono, saat ditemui di kantornya, Selasa (17/9/2019) siang.

Dia menuturkan, dalam perencanaan awal, sebenarnya sempat akan dipasang pompa berdaya listrik rendah.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved