Berita Malang Raya

Tanggapan Pengamat Transportasi Soal Rencana Pembangunan LRT di Kota Malang

Saya kira ini bagus, cuma harus dipetakan dulu dengan peta pergerakan, jadi jangan langsung diputuskan dan tidak menjawab permasalahan yang ada.

SURYA.co.id | MALANG - Pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) yang akan dilakukan oleh Kota Malang ditanggapi dingin oleh Pakar Transportasi, Dr. Ir. Nusa Sebayang, MT.

Nusa yang juga Dosen di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menganggap bahwa, langkah yang dilakukan oleh Kota Malang dalam menanggulangi kemacetan dengan membangun LRT cukup bagus.

Asalkan dalam pembangunan tersebut dilakukan kajian yang lebih mendalam, terutama di wilayah yang memang menjadi sarang kemacetan.

"Saya kira ini bagus, cuma harus dipetakan dulu dengan peta pergerakan, jadi jangan langsung diputuskan dan tidak menjawab permasalahan yang ada. Karena permasalahan itu bisa dilakukan dengan melakukan pemetaan," ucapnya, Senin (16/9).

Nusa menjelaskan, pemkot Malang harus melihat dua pola pergerakan terlebih dahulu, yaitu pergerakan internal dan pergerakan eksternal sebelum membangun LRT.

Pergerakan internal di lingkup Kota Malang atau external yang melingkupi wilayah di sekitar Kota Malang (Malang Raya)

Dengan melihat pola pergerakan melalui pemetaan tersebut, akan dapat memberikan hasil yang optimal sebelum memutuskan pembangunan LRT.

Yaitu dengan mengkaji dulu wilayah mana yang akan dijadikan tempat untuk membangun transportasi berbasis modern itu.

Pemetaan bisa dilakukan dengan melihat kepadatan kendaraan pada waktu-waktu tertentu.

Setelah itu, baru melihat tempat yang akan dijadikan jalur LRT tersebut dari mana ke mana dengan melakukan survey yang mendalam.

"Contohnya saja di Dinoyo. Di sana kan kawasan sering macet, kemudian banyak sekali Universitas. Jadi di sana harus dilakukan pemetaan. Setelah baru dilakukan simulasi dan tidak langsung membangun," ujarnya.

Nusa juga menilai, bahwa kemacetan di Kota Malang banyak berakar dari sempitnya mulut-mulut di tiap persimpangan.

Untuk itu, ia meminta kepada Pemkot Malang agar melakukan menejemen pergerakan transportasi dengan baik.

Seperti membuat rayonisasi di tiap sekolah untuk mengurai kemacetan.

"Memang ini sedikit sulit, tapi harus dilakukan. Tapi saya mendukung langkah yang dilakukan oleh Pemkot Malang. Karena mereka cukup inovatif dengan mencari alternatif untuk mengurai kemacetan yang ada di Kota Malang," tandasnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved