Advertorial

PLTSa Benowo Milik Pemkot Surabaya Mampu Ubah 1.700 Ton Sampah Per Hari Jadi 1,65 Megawatt Listrik

Mengonversi sampah menjadi listrik sudah dilakoni Pemkot Surabaya sejak 2015 lalu melalui PLTSa Benowo

PLTSa Benowo Milik Pemkot Surabaya Mampu Ubah 1.700 Ton Sampah Per Hari Jadi 1,65 Megawatt Listrik
surya/habibur rohman
PLTSa Benowo, Senin (16/9/2019). Pemkot Surabaya kini mempersiapkan PLTSa yang mengonversi sampah menjadi listrik dari thermal atau uap panas pembakaran sampah yang biasa disebut sebagai landfill gas (LFG) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mengonversi sampah menjadi listrik sudah dilakoni Pemkot Surabaya sejak 2015 lalu melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo. PLTSa Benowo ini terletak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

PLTSa Benowo yang sudah mengirimkan listrik pada PT PLN sejak empat tahun lalu tersebut memiliki satu pembangkit yang sudah beroperasi yakni landfill gas (LFG), dan satu lagi yang masih dalam tahap pembangunan yaitu thermal.

Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), Eri Cahyadi, mengatakan bahwa seluruh sampah yang digunakan sebagai bahan bakar PLTSa Benowo adalah hasil sampah warga Kota Surabaya, baik organik maupun anorganik.

"Prosesnya itu sampahnya dari warga diangkut ke TPS. Nah, sampah tersebut ada yang melewati proses daur ulang DKRTH, seperti di Jambangan dan Jemursari, sehingga sampah menjadi kompos. Sampah yang tidak tertarik, dibuang ke TPA Benowo," jelas Eri, Senin (16/9/2019).

Untuk PLTSa thermal, Eri menyebut proyek tersebut sudah selesai 97 persen, sehingga Desember 2019 bisa diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Kepala Bidang Sarana Prasarana DKRTH Surabaya, Iman Rachmadi, menambahkan kehadiran PLTSa Benowo ini penting untuk mengolah sampah.

Apalagi, PLTSa thermal ini bisa membakar sampah sekitar 1.000 ton per hari.

"Kalau itu bisa dilakukan (membakar 1.000 ton sehari), kan TPA jadi lebih awet, sampah tidak menumpuk," imbuh Iman.

Ide PLTSa thermal rupanya datang dari pemkot sendiri, yang ingin meniru negara-negara maju yang telah menerapkan konversi sampah menjadi listrik lewat thermal.

Penanggung Jawab Operasional TPA Benowo dari PT Sumber Organik, Mohammad Ali Asyhar, menuturkan PLTSa LFG bisa menghasilkan listrik sebesar 1,65 megawatt, sedangkan thermal 9 megawatt.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved