Berita Surabaya

Pencuri Nyamar Tukang Servis AC, Polrestabes Surabaya Ungkap Pelaku Resedivis Kasus yang Sama

Menyamar sebagai tukang servis AC, pria Surabaya ini mencuri rumah warga di empat lokasi

Pencuri Nyamar Tukang Servis AC, Polrestabes Surabaya Ungkap Pelaku Resedivis Kasus yang Sama
Tribunjatim.com/Willy Abraham
Sofian, pencuri yang mengaku sebagai tukang servis AC saat beraksi mencuri di rumah warga tertunduk malu di Mapolrestabes Surabaya, Senin (16/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sofian (37) kembali meringkuk di balik jeruji besi. Warga Ketabang, Kecamatan Genteng, ini kembali ditangkap seusai mengancam korbannya dengan senjata tajam saat melakukan aksi pencurian.

Kanitresmob Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, mengatakan tersangka menyamar sebagai tukang servis AC bersama kakaknya ke rumah-rumah. Mereka berdua bagi tugas, satu sebagai tukang servis AC satunya lagi bertugas sebagai eksekutor mengambil barang milik korban.

Tersangka mengaku sudah empat kali beraksi, di antaranya, Semampir dan Semolowaru. Saat mendatangi rumah korbannya, tersangka mengetuk pagar dan berteriak, waktunya servis AC.

Kepada korban, tersangka mengaku sebagai tukang servis AC dari toko elektronik.

Saat itu, tersangka langsung masuk, dan pura-pura memperbaiki AC.

Kemudian, saat korban lengah, barang berharga milik korban langsung diambil.

Barang-barang hasil curian itu, dijual di sejumlah tempat di Surabaya, baik secara online dan maupun kepada tetangga pelaku.

"HP dan Laptop di rumah berbeda, dijual Rp1,2 juta. Kemudian, dompet korban dan uang sejumlah Rp 2,8 juta," ungkap Bima, Senin (16/9/2019).

Aksinya itu diketahui korban.

Tersangka langsung menghalang-halangi korban yang ingin keluar rumah.

Tak segan-segan tersangka mengeluarkan sebilah pisau lipat mengancam korbannya.

Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum menyamar jadi tukang servis AC, tersangka pernah ditahan kasus yang sama.

Saat itu menyamar sebagai pegawai PDAM sekitar tahun 2010.

Tersangka mengaku uang hasil mencuri itu digunakan untuk menafkahi keluarganya.

"Masih ada DPO lainnya, selain penadah dan pelaku lainnya," tegasnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved