Berita Malang Raya

Pemkot Malang Ingin Bangun LRT Untuk Mengurai Kemacetan. Bagaimana Konsepnya

Pemerintah Kota Malang berencana membangun Lintas Rel Terpadu (LRT) untuk mengatasi problem kemacetan. Bagaimana konsepnya?

Pemkot Malang Ingin Bangun LRT Untuk Mengurai Kemacetan. Bagaimana Konsepnya
Istimewa/Humas Pemkot Malang
Wali Kota Malang, Sutiaji 

SURYA.co.id | MALANG - Pemerintah Kota Malang berencana membangun Lintas Rel Terpadu (LRT) untuk mengatasi problem kemacetan.

Sistem transportasi berupa kapsul tersebut akan menghubungkan sejumlah daerah di Kota Malang dan Malang Raya.

LRT tersebut berjumlah enam kapsul yang masing-masing kapsul bisa menampung 24 dan 60 orang.

Untuk itu, dalam waktu dekat ini akan dilakukan uji Safety Factor (SF) agar dapat segera direalisasikan.

"LRT ini tidak seperti di Jakarta, jadi tidak besar. Jumlahnya sendiri akan ada enam dan jaraknya bisa dari kampus ke kampus," ucap Wali Kota Malang, Sutiaji kepada SURYAMALANG.COM, Senin (16/9).

Sutiaji menyampaikan, bahwa LRT masih dalam tahap kajian agar dapat direalisasikan.

Hingga kini, kata Sutiaji sudah ada pihak investor dalam negeri yang sudah tertarik dalam pembangunan LRT di Kota Malang.

Pembangunan LRT itu diperkirakan bakal memakan biaya hingga Rp 200 Miliar per Kilometernya.

Biaya tersebut berbeda dengan pembuatan LRT dari luar negeri yang bisa mencapai Rp 450 Miliar per Kilometernya.

Untuk itu, gagasan tersebut akan dianggarkan dalam APBD Kota Malang tahun anggaran 2020 sembari melakukan uji kelayakan.

"Ini yang nawarkan sebenarnya orang asli Malang dan dia temannya pak Habibie dan seorang ahli transportasi massal. Jadi kita lihat saja nanti ke depan," ujarnya.

Meski masih dalam tahapan rencana, Sutiaji berharap, dengan adanya LRT ini dapat mengurai kemacetan yang ada di Kota Malang.

Sekaligus sebagai sarana transportasi bagi wisatawan yang nantinya akan datang ke Kota Malang

Orang nomor satu di Kota Malang itu yakin, bahwa jumlah wisatawan yang datang ke Kota Malang akan bertambah, apabila transportasi massalnya mendukung dan juga nyaman.

"Ini sudah masuk di revisi Perda kita. Insyaallah dua sampai tiga tahun ke depan sudah terealisasikan. Doakan saja yang terbaik untuk Kota Malang," pungkasnya.

Breaking News - Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Meninggal Dunia

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved