Single Focus

Masyarakat Berharap Gedung Parkir Ditambah, Karyawan makin Banyak Memanfaatkannya

Keberadan Park and Ride Mayjen Sungkono makin hari kian diminati. Gedung parkir berkapasitas 200 lebih slot parkir mobil dan motor itu mulai diminati.

Masyarakat Berharap Gedung Parkir Ditambah, Karyawan makin Banyak Memanfaatkannya
surya.co.id/habibur rohman
Suasana luar park and ride Mayjen Sungkono. Masyarakat berharap Pemkot Surabaya menambah lokasi gedung parkir yang kini mulai banyak diminati. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keberadan Park and Ride Mayjen Sungkono makin hari kian diminati. Gedung parkir dengan kapasitas 200 lebih slot parkir mobil dan motor itu juga mulai terus dipadati para karyawan

Mereka memilih memarkir mobil mereka di gedung parkir yang berlokasi di Jalan Mayjen Sungkono tersebut ketimbang membawa mobil hingga kantor mereka. Artinya tujuan awal dibangunnya gedung parkir itu mulai terwujud. Idealnya lokasi ini pengumpan agar beralih ke transportasi umum.

“Tapi Sudah banyak karyawan yang memarkir mobil mereka di sini. Setidaknya mengurangi macet di areal perkantoran mereka,” kata Hendra Dirgantara, Koordinator Staf Tempat Parkir Khusus (PTK) Dishub Surabaya, Sabtu (14/9).

Pemkot Surabaya mencoba memulai Pembangunan sistem transportasi terintegrasi. Sejumlah gedung parkir dibangun di lokasi yang nantinya bakal menjadi titik tolak transpotasi masal masa depan. Salah satunya sudah dimulai Suroboyo Bus. Di Park and Ride Mayjen sudah lama dijadikan shelter tempat bertolak Suroboyo Bus jurusan ITS melintasi tengah kota.

“Ada kalau 10 orang penumpang tiap hari beralih naik bus ini setelah memarkir mobil mereka,” kata Faisal Akbar, salah satu kru Suroboyo Bus.

Tidak hanya para karyawan tengah kota yang mulai beralih ke bus berbayar sampah plastik itu. Karyawan di sekitaran Mayjen Sungkono juga sudah banyak yang memarkir mobil mereka di gedung

parkir terdekat. Banyak ruko, perkantoran swasta, hotel, dan kantor pemerintah juga berada di Mayjen Sungkono. Kebanyakan sudah memanfaatkan Park and Ride. Mobil di parkir, mereka kemudian cukup berjalan ke kantor mereka atau ada yang memakai taksi online.

Pantauan Surya di lokasi gedung parkir Mayjen Sungkono Jumat (13/9) kemarin, tak ada satu pun sisa parkir di tiga lantai gedung ini. semua lantai terisi mobil. Kapasitas 103 mobil dan 100 parkir motor semua terisi. Sayang, papan digital pemberitahuan ketersediaan slot parkir yang terpasang di depan gedung tak berfungsi.

“Pas hari sedang kita perbaiki. Nanti akan berfungsi lagi,” kata Hendra.

Setiap hari hampir tidak ada tempat parkir kosong di gedung parkir tersebut. Selain sudah tersosialisasi akan keberadaan gedung parkir ini, pengguna parkir merasa nyaman karena mobilnya aman, terhindar panas atau hujan. Terlebih tangan jahil.

“Saya sudah langganan di sini lama. Senang tidak panas dan tarifnya murah. Tidak berlaku progresif. Kalau di mal lebih mahal. Meski menginap juga tarifnya sama di sini,” kata Yeni Maria, karyawan swasta yang bekerja di sekitaran Jalan Mayjen Sungkono.

Sekali parkir hingga pukul 24.00 WIB, tarif parkir di Park and Ride Mayjen Rp 3.000 untuk motor dan Rp 8.000 untuk mobil.

Setelah pukul 24.00 WIB, berlaku parkir baru lagi. Misalnya dua hari parkir inap hanya membayar Rp 16.000. Karena merasa nyaman dan aman, pemilik kendaraan yang parkir di Gedung Parkir Mayjen Sungkono berharap makin banyak fasilitas gedung parkir seperti gedung parkir ini. Saban pusat keramaian harus ada parkir khusus tersebut.  

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved