Berita Trenggalek

Kebutuhan Darah di Kabupaten Trenggalek Rata-rata 750 Kantong Per Bulan

Kebutuhan itu untuk memenuhi RSUD, RS swasta, dan klinik yang ada di Kabupaten Trenggalek.

Kebutuhan Darah di Kabupaten Trenggalek Rata-rata 750 Kantong Per Bulan
surya.co.id/aflahul abidin
Seorang warga mendonorkan darah di Kantor PMI Kabupaten Trenggalek, Senin (16/9/2019). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Kebutuhan rata-rata darah transfusi untuk pasien di Kabupaten Trenggalek mencapai antara 700-800 kantong per bulan.

Kebutuhan itu untuk memenuhi RSUD, RS swasta, dan klinik yang ada di Trenggalek.

Dari kebutuhan itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Trenggalek menyesuaikan stok darah yang disedikan dengan kebutuhan.

Kepala Bagian Pelayanan Darah PMI Kabupaten Trenggalek Yesi Apriliana Sari mengatakan, stok yang paling minim dari yang tersedia adalah golongan AB.

Sementara stok paling banyak adalah golongan O.

“Kalau kami biasanya menyediakan stok untuk 1-2 pekan,” ungkap Yesi, Senin (16/9/2019).
Stok darah di PMI, kata dia, hanya bisa bertahan hingga 35 hari.

Hampir semua kantong darah yang dihimpun PMI juga terdistribusikan.

Menurut Yesi, hanya sekitar 1 persen dari stok darah yang tak dipakai.

Itu karena darah tidak lulus uji saring.

Dia bilang, kesadaran warga Trenggalek untuk mendonorkan darah meningkat dari tahun ke tahun.

Pada tahun lalu, jumlah darah yang terhimpun PMI mencapai sekitar 8.000 kantong.

Hingga pertengahan September, kantong darah yang terhimpun hampir menyentuh angka 7.000 kantong.

“Peminat donor darah lumayan naik signifikan dari tahun ke tahun. Karena kesadaran masyarakat tumbuh. Ada muncul komunitas-komunitas baru untuk donor darah. Selain itu, kami juga sistem informasi lewat SMS yang akan mengingatkan pendonor jika sudah waktunya donor darah,” ungkap dia.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved