Berita Surabaya

Jemaah Haji Mengaku Terkesan Layanan Prioritas Imigrasi Surabaya

Ribuan jemaah haji Debarkasi Surabaya yang belum lama ini pulang terkesan dengan layanan prioritas oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya.

Jemaah Haji Mengaku Terkesan Layanan Prioritas Imigrasi Surabaya
foto: istimewa
KLOTER TERAKHIR - Penyambutan kedatangan kloter terakhir jemaah haji sebanyak 442 jemaah dari Sidoarjo dan Pamekasan, yang tiba di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Minggu pagi (15/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA- Ribuan jemaah haji Debarkasi Surabaya yang belum lama ini pulang terkesan dengan layanan prioritas yang diberlakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya. Petugas yang mendatangi jemaah, bukan jemaah yang mendatangi petugas Imigrasi.

"Kami bersyukur banyak jemaah yang senang saat kami datangi ke kamar Asrama Haji. Mereka kami layani terkait keimigrasian," kata Humas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya, Ragil Putra Dewa, Senin (16/9/2019).

Kantor Imigrasi memang memberikan layanan prioritas kepada calon jemaah haji dalam kondisi tertentu. Mereka yang lansia, menderita sakit, dan secara fisik lemah akan mendapat layanan khusus. Layanan ini dinamakan layanan prioritas. 

Para jemaah yang sudah sepuh di atas 60 tahun tak perlu antre saat pengecekan paspor sebelum terbang. Jemaah yang sakit juga diperlakukan secara khusus. Petugas yang mendatangi setiap kamar jemaah khusus tersebut.

"Biasanya kami perlu pastikan bahwa pemegang paspor adalah jemaah yang sesungguhnya. Mereka juga perlu ditanya kebenaran dokumen tersebut. Petugas pun mendatangi mereka satu per satu," jelas Ragil.

Karena mendapat layanan prioritas tersebut, jemaah mengaku senang. Mereka juga terkesan karena petugas melayani sepenuh hati. Semua dilayani sesuai standar layanan.

Dikatakan Ragil, petugas Imigrasi yang harus menyesuaikan diri dengan berbagai tipe orang. Begitu juga dengan latar belakang sosial yang berbeda. Namun dengan sabar dan sepenuh hati, petugas tetap melayaninya dengan baik.

Petugas Imigrasi dalam standar tugasnya juga harus memastikan bahwa jemaah haji yang hendak terbang adalah bukan termasuk jemaah yang masuk dalam daftar cegah tangkal (cekal).

"Harus kami pastikan baik-baik," kata Ragil.

Karena melayani dokumen haji secara menyeluruh, maka para jemaah bisa kembali ke Tanah Air tanpa kendala dokumen. Musim haji tahun 2019 diakhiri dengan datangnya jemaah haji kloter 85 sebagai kloter terakhir.

Kloter Terakhir
Musim haji tahun ini total jemaah yang dilayani Debarkasi Surabaya sebanyak 38.011 orang. Kloter trakhir adalah kloter 85 sebanyak 442 jemaah dari Sidoarjo dan Pamekasan, yang tiba di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Minggu pagi (15/9/2019)i. Di kloter ini ada satu jemaah yang meninggal.

Total kedatangan jemaah haji dimulai dari kloter 1 hingga kloter 85. Hingga penutupan kloter terakhir pemulangan, jemaah haji yang wafat tercatat 57 orang.

Saat pemulangan kloter terakhir musim haji 2019 disambut langsung oleh perwakilan Gubernur Jatim dan Perwakilan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Jatim. Hadir pula Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkum-HAM Jatim, Pria Wibawa.

"Para jemaah haji harus mendapatkan layanan yang terbaik. Mereka dari beragam latar belakang sosial, sehingga harus dilayani setulus hati. Kami salut dengan layanan prioritas Kantor Imigrasi Surabaya," kata Pria Wibawa. (fai)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved