Cabuli Anak Pacarnya yang Janda, RD Kini Menghuni Penjara

Polisi meringkus RD, seorang pria 46 tahun yang dilaporkan telah melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Korban adalah anak pacarnya sendiri

Cabuli Anak Pacarnya yang Janda, RD Kini Menghuni Penjara
tribun jatim/willy abraham
RD, tersangka kekerasan seksual terhadap anak. Dia mencabuli anak pacarnya sendiri. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polisi meringkus RD, seorang pria 46 tahun yang dilaporkan telah melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. 

Korban yang masih berumur 14 tahun diketahui adalah anak seorang janda yang dipacari RD. 

Kekerasan seksual itu dilakukan RD saat libur panjang sekolah. Pria yang bekerja sebagai manager purchasing di salah satu tempat hiburan malam di Bali ini mengaku melakukan aksinya tanpa rayuan, paksaan dan ancaman.

Tersangka langsung melancarkan aksi bejatnya itu tanpa sepengetahuan ibu korban yang juga kekasihnya selama empat tahun.

Diketahui, sejak kelas 5 SD tersangka melancarkan aksi bejatnya kepada korban. Dengan alasan ingin memberikan kasih sayang, karena kedua orang tua korban sudah resmi bercerai.

Aksinya dilakukan setahun sekali saat libur sekolah. Satu kali di Surabaya, dua kali di Bali.

"Karena dia kehilangan kasih sayang orang tua, jadi kita juga memberikan kasih sayang," katanya.

Sayangnya, bentuk kasih sayang yang dimaksud itu sungguh keterlaluan. Kedua orang tua kandung korban secara bergantian merawat buah hatinya yang masih duduk di bangku SMP itu tidak mengetahui bahwa anaknya diperlakukan tidak pantas oleh Rudi.

Ayah korban tinggal di Surabaya, sedangkan ibunya tinggal di Bali. Selama di Bali menjadi sebagai rekan kerja tersangka.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni mengatakan, awalnya mendapat laporan dari ayah kandung korban. Akibat perbuatannya itu, sikap korban berubah drastis. Saat di sekolah terlihat "Agresif".

"Gurunya mulai mendalami, setelah tahu banyak dan dikomunikasikan ke ayahnya, akhirnya dilaporkan ke Polrestabes Surabaya," ujarnya.

Tersangka langsung diamankan di wilayah Denpasar, Bali. Berdasarkan hasil visum, menguatkan tindakan bejat yang dialami korban.

"Perhatian dari guru sangat membantu mengungkap aksi bejat yang dialami korban selama ini," tuturnya.

Tersangka dijerat dengan pasal 82 UU no 17 tahun 2016perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. 

Penulis: Willy Abraham
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved