Berita Surabaya

BMKG Juanda: Ada Fenomena Sirkulasi Eddy, Beberapa Wilayah di Pulau Jawa Mengalami Hujan

Adanya fenomena cuaca sirkulasi Eddy, pihak BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan mencari informasi terkait perubahan cuaca.

BMKG Juanda: Ada Fenomena Sirkulasi Eddy, Beberapa Wilayah di Pulau Jawa Mengalami Hujan
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi sirkulisa Eddy, sejumlah nelayan menyelamatkan perahu yang hampir terbalik karena ombak tinggi di kawasan kampung nelayan Bulak, Kenjeran, Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan 

SURYA.co.id | SIDOARJO -
Adanya fenomena cuaca sirkulasi Eddy menyebabkan beberapa wilayah di Pulau Jawa mengalami hujan.

Prakirawan cuaca BMKG Juanda, Rendy Irawadi mengatakan sirkulasi Eddy merupakan sirkulasi di atmosfer berupa pusaran angin tertutup menyebabkan lokasi di sekitarnya terjadi pertumbuhan awan cukup tinggi.

"Biasanya jika suatu daerah mengalami hal itu maka cenderung akan berpotensi turun hujan, hal ini bukan disebabkan pengaruh kabut asap yang berada di wilayah Kalimantan," ujar Rendy, Senin (16/9/2019).

Ia menjelaskan intensitas hujannya sendiri cenderung ringan dan sedang namun disertai dengan angin kencang.

"Waktu hujannya sendiri berlangsung antara sore hingga malam hari. Untuk angin kencang nya mencapai kecepatan 30 - 40 km / jam," terangnya.

Rendy menambahkan, pengaruh sirkulasi Eddy sendiri hanya terjadi di Pulau Jawa saja.

"Seluruh Pulau Jawa saja namun tidak merata. Sementara untuk di wilayah lain Indonesia, bisa saja terjadi hal yang sama namun penyebabnya bukan dari sirkulasi Eddy," tambahnya.

Selain itu akibat sirkulasi Eddy, gelombang laut juga mengalami peningkatan.

"Tentu saja dengan kecepatan angin yang meningkat menyebabkan gelombang tinggi. Terutama terjadi di perairan selatan Jatim dan Samudera Hindia selatan Jatim yang mencapai lebih dari 3 meter," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan mencari informasi terkait perubahan kondisi cuaca.

"Selalu waspada karena angin kencang tersebut dapat menyebabkan pohon serta baliho roboh," tandasnya.

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved