Berita Pasuruan

Sulaiman, Mantan Penjual Bakso di Pasuruan Buat Rebana dari Barang Rongsokan Mobil

Sulaiman termasuk kreatif. Mantan penjual bakso di Kabupaten Pasuruan mebuat rebana dari barang rongsokan mobil.

Sulaiman, Mantan Penjual Bakso di Pasuruan Buat Rebana dari Barang Rongsokan Mobil
surya.co.id/galih lintartika
Sulaiman memperlihatkan rebana hasil karyanya yang terbuat dari barang rongsokan mobil dan peralatan rumah tangga. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Sulaiman, harus memutar otak saat usaha bakso kelilingnya sudah tidak menjanjikan enam tahun silam. Ia harus tetap bertahan, untuk mencukupi segala macam kebutuhan bulanan.

Karena desakan itu, ia pun terpaksa mencari pekerjaan sampingan. Di saat kondisi yang terus menghimpit, ia menemukan keajaiban. Belajar otodidak, ia mendapatkan sebuah pencerahan.

Ia melihat peluang bisnis rebana yang sangat menjanjikan. Pria yang tinggal di Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan ini membuat rebana dari bahan daur ulang.

Kepada Surya.co.id, pria 34 tahun ini mengaku enam tahun yang lalu, persaingan penjualan bakso sudah sangat ketat dan jika diteruskan, kurang menjanjikan.

Ia belajar membuat rebana dari bahan daur ulang. Saat itu, feelingnya, menjadi perajin rebana sangat menjanjikan. Dan, ia yakin, dirinya bisa meraih sukses menjadi perajin rebana.

Dikatakan dia, rebana buatanya itu berbahan barang rongsokan dari alumunium seperti blok mobil, velg, hingga aneka peralatan rumah tangga yang sudah tidak digunakan.

"Saya kumpulkan dan saya pisahkan, antara barang rongsokan yang masih bisa digunakan sama yang tidak bisa digunakan. Setelah itu saya bersihkan, sebelum masuk ke tahapan selanjutnya," kata dia.

Ia menjelaskan, setelah bahan dasar sudah disiapkan, barang rongsokan itu mulai didaur ulang. Caranya, melebur barang rongsokan ini di tungku api, hingga menjadi cairan. Pastikan kondisinya berubah dari zat padat menjadi cair.

"Setelah mencair, masukkan leburan barang rongsokan ini ke dalam cetakan dari tanah sesuai bentuk rebana yang diinginkan. Ini bentuknya bisa berubah - ubah, mengikuti permintaan," jelasnya.

Dia menguraikan, setelah cairan barang rongsokan menjadi padat sesuai dengan cetakan rebana, masuk ke proses selanjutnya. Rebana setengah matang itu harus dihaluskan, dengan kertas gosok sebelum naik ke tahap pengecatan. Setelah halus, dicat sesuai keinginan.

Sejauh ini, Sulaiman dibantu lima karyawan. Per bulan, Sulaiman dan karyawannya, bisa memproduksi 700 - 800 rebana dari segala jenis macam rebana dan ukurannya. Ada yang ukuran 8,4 inchi dan ada yang ukuran 9 inchi.

"Kalau omzet, jangan disampaikan. Yang jelas, bisa menghidupi keluarga dan memberikan pekerjaan kepada orang lain dan memberikan manfaat. Kalau perkiraan per minggu bisa Rp 90 juta lebih," ungkap dia.

Sulaiman mengaku mengirimkan barangnya hampir ke seluruh kota dan kabupaten di Pulau Jawa. Ia berpesan, kepada siapa saja, untuk tidak takut bermimpi dan terus berusaha mencari ide - ide kreatif agar meraih kesuksesan.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved