Berita Banyuwangi

Festival Lembah Ijen, Pertunjukan Seni di Ketinggian 600 mdpl

“Luar biasa bagus. Pertunjukan ini bisa jadi sumber inspirasi bagi kami bagaimana melestarikan budaya lokal dan mengembangkan ekonomi rakyat

Festival Lembah Ijen, Pertunjukan Seni di Ketinggian 600 mdpl
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Festival Lembah Ijen di Banyuwangi 

SURYA.co.id | BANYUWANGI -  Sendratari Meras Gandrung yang rutin digelar Banyuwangi setiap bulan menjadi atraksi menarik tersendiri bagi wisatawan.

Tidak hanya atraksinya yang memukau. Taman Gandrung Terakota yang menjadi area pertunjukan juga menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjungnya.

Atraksi seni ini dibungkus dalam sebuah event bertajuk Festival Lembah Ijen.

Sendratari Meras Gandrung merupakan sebuah pertunjukkan drama minim dialog yang dikemas dalam bentuk tari tradisional yang mengisahkan tentang perjalanan penari menjadi seorang "Gandrung', di mana dia tidak hanya dituntut menjadi seorang penari profesional, namun juga harus bisa menjadi sinden.

Sendratari ini mengambil setting waktu di masa kolonial Belanda karena Gandrung di masa itu memiliki peran besar dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Pertunjukan ini diiringi oleh musik gamelan dan melibatkan puluhan pemain yang mengenakan kostum suku Osing, suku lokal setempat, dengan paduan kain batik sebagai ciri khasnya.

Selama satu jam, pengunjung disuguhi atraksi memukau suara indah pesinden dan para penari yang berusia dari 6 hingga 60 tahun.

Atraksi itu mendapat pujian dari penontonnya, termasuk tiga kepala daerah lintas kepulauan di Indonesia yang tengah berkunjung ke Banyuwangi dan menyempatkan diri menontonnya, Sabtu (14/9/2019).

Mereka adalah Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M Pasaribu; Bupati Manggarai NTT, Deno Kamelus; dan Bupati Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Amrullah.

“Luar biasa bagus. Pertunjukan ini bisa jadi sumber inspirasi bagi kami bagaimana melestarikan budaya lokal dan mengembangkan ekonomi rakyat. Lewat atraksi semacam ini, orang makin kenal dengan kebudayaan lokal setempat. Seperti ini kan kami akhirnya tahu kisah Gandrung yang sangat identik Banyuwangi ini," kata Syahrul.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved