Breaking News:
Grahadi

Khofifah dan Ganjar Pranowo Imbau Waspadai Soal Penyebaran Radikalisme di Kalangan Pelajar

Seluruh masyarakat harus menjadi elemen pengawas akan adanya penyebaran nilai-nilai radikalisme dan terorisme

SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menjadi narasumber acara Halaqoh Kiai Santri Tentang Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Jawa Tengah, di Hotel Grand Wahid, Kota Salatiga, Sabtu (14/9/2019). 

Selain itu, terhadap sejarah Pancasila di mana semua perdebatan anggota BPUPKI dalam merumuskan falsafah dasar negara terekam dalam sebuah dokumen yang menandakan kebesaran jiwa dan kearifan para pendiri bangsa.

"Sejarah kebangsaan ini harus kita sebar luaskan dan disosialisasikan kepada guru-guru di tiap sekolah. Sejarah ini juga bisa menjadi referensi penting bahwa dasar ontologis Pancasila bisa menjadi titik tumpu, titik temu serta titik tuju dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," urai Khofifah.

Selain adanya kristalisasi politik identitas, konflik yang berakar pada aspek sosial budaya juga tetap berpotensi muncul akibat dinamika ideologi , politik, ekonomi, sosial, budaya dan hankam diantara keberagaman warga bangsa.

Karenanya berbagai ikhtiar harus terus dilakukan untuk membangun kehidupan yang penuh harmoni.

"Survei kedua lembaga tadi menunjukkan bahwa sebagian generasi kita pola pikir dan gerakannya relatif eksklusif bukan inklusif, oleh sebab itu Jatim dan Jateng harus sering bertemu untuk membahas masalah ini dan selalu waspada karena embrionya sudah nampak," terang Mantan Menteri Sosial ini.

Untuk menumbuhkan optimisme, Khofifah juga menegaskan pada semua yang hadir bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia terus membaik.

Hal ini ditunjang data dari Price waterhouse Coopers (PWC) yang mengungkapkan pada tahun 2050 ekonomi Indonesia akan menduduki peringkat ke-4 terbesar di dunia.

Sementara Mc Kinsey memprediksi tahun 2030 Indonesia merupakan negara dengan skala ekonomi terbesar ke enam di dunia.

"Banyak orang yang memberikan perspektif negatif yang mengakibatkan kita menjadi pesimis, oleh sebab itu saya ingin mengajak kita semua untuk terus optimis dengan kerja keras dan bersinergi serta doa para ulama semua karena masa depan Indonesia begitu cerah," pungkas Khofifah.

Ia mengimbuhkan, bahwa pertemuan ini merupakan momentum penting untuk saling bertukar informasi mengenai perkembangan bangsa dan posisi di mana kita perlu waspada dan hati- hati.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved