Grahadi

Gubernur Khofifah dan Gubernur Ganjar Pranowo Sepakat Atasi Pencemaran Sungai Bengawan Solo Bersama

Gubernur Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahas pencemaran sungai Bengawan SOlo

Gubernur Khofifah dan Gubernur Ganjar Pranowo Sepakat Atasi Pencemaran Sungai Bengawan Solo Bersama
fatimatuz zahro/surya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di sela acara Halaqoh Kiai Santri tentang Pencegahan Terorisme yang digelar di Salatiga, Sabtu (14/9/2019). 

SURYA.co.id | SALATIGA - Gubernur Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di sela acara Halaqoh Kiai Santri tentang Pencegahan Terorisme yang digelar di Salatiga, Sabtu (14/9/2019). Keduanya juga sempat membahas permasalahan penanganan pencemaran sungai yang ada di sungai Bengawan Solo.

Pasalnya permasalan pencemaran sungai Bengawan Solo yang terdeteksi Jawa Tengah. Beberapa waktu lalu juga sempat ramai pencemaran sungai di Blora. Kedua kepala daerah tersebut sepakat bahwa pengelolaan Bengawan Solo harus diatasi dengan komitmen kedua pemerintah daerah.

Terkait kerjasama pengelolaan sungai Bengawan Solo, Khofifah mau tidak mau harus dilakukan secara bersama-sama. Pasalnya menjaga daya dukung alam harus dilakukan secara holistik terutama jangan sampai sungai menjadi sumber daya alam yang dikorbankan karena perkembangan industrialisasi.

"Ini sempat kami bahas, baku mutu air Bengawan solo sudah nenurun drastis. Saya ingin relawan jogo kali kita sisir sepanjang DAS Bengawan Solo," kata Khofifah.

Pasalnya untuk relawan jogo kali sudah dibentuk di Jawa Timur sebagai penjaga sungai berbasis masyarakat. Pemprov Jawa Timur akan memaksimalkan relawan ini untuk memantau dan ikut menjaga serta menyisir DAS Bengawan Solo.

"Pemprov Jateng akan buat seminar bengawan solo. Saat ini saya dengar lomba foto. Di OPD Pemprov Jatim saya sampaikan saya ingin Pemprov Jatim membuat Festival Sungai. Intinya kita saling kerjasama menjaga Bengawan Solo," tegas Khofifah.

Senada dengan Gubernur Khofifah, Gubernur Ganjar juga mengatakan, pencemaran air sungai Bengawan Sungai cukup berat.

Ada banyak titik aliran sungai Bengawan Solo menjadi tempat pembuangan limbah ke sungai tanpa diolah.

Sebagaimana ramai diberitakan, di Blora ada pipa siluman yang terdeteksi membuang cairan limbah ilegal ke badan sungai, aang akhirnya membuat air sungai tercemar dan terdeteksi berwarna biru, merah dan berbau menyengat.

"Permasalahan ini di Jateng ada di Jatim juga ada. Bahkan kita kemarin nemu ada pipa yang ditanam sampai dibawah begitu, sampai kita sebut pipa siluman untuk membuang limbah," kata Ganjar.

Untuk itu, Ganjar mengatakan pertemuan dan pembahasan terkait masalah Bengawan Solo ini tengah intens dibahas antara keduanya.

Kini Ganjar telah menyiapkan Kongres Sungai yang salah satu fokusnya adalah daerah aliran Sungai Bengawan Solo.

"Kita akan adakan Kongres Sungai. Ini akan jadi momentum untuk kami bertemu agar bagaimana mengkoordinasikan DAS Sungai Bengawan Solo bisa kita tangani bersama antara Jatim dan Jateng," tegas Ganjar.

Konsep yang diusung yaitu one river one managemen and one plan, yaitu satu sungai, satu pengelolaan dan satu perencanaan. Ganjar ingin kerjasama antar pemda ini bisa menghapus sekat-sekat kewenangan pengelolaaan yang menjadi satu.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved