Berita Surabaya

Berkas Perkara Penipuan Haji Modus Percepatan Pemberangkatan Telah P21, Kejati Jatim: Tunggu Tahap 2

Kejati Jatim menyatakan berkas perkara kasus penipuan percepatan ibadah haji telah lengkap atau P21

Berkas Perkara Penipuan Haji Modus Percepatan Pemberangkatan Telah P21, Kejati Jatim: Tunggu Tahap 2
SURYA.co.id/Samsul Arifin
Kepala Kejati Jatim, Sunarta (kiri) bersama Aspidum, Asep Maryono (kanan) saat dijumpai di Gedung Kejati Jatim, Surabaya, Jumat (13/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Asep Maryono, menuturkan berkas perkara kasus penipuan percepatan ibadah haji telah lengkap atau P21. Kasus ini sempat viral dikarenakan telah merugikan 59 orang calon jamaah haji (CJH) gagal berangkat.

Adapun tersangka sendiri yaitu Murtadji. Pasal yang dipersangkakan, yaitu Pasal 372 dan 378 KUHP.

"Untuk tersangka Murtaji sudah P21. Kami tinggal menunggu tahap II," ujar Asep, Sabtu, (14/9/2019). 

Diketahui, sebanyak 59 orang berseragam haji melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim.

Puluhan warga yang berasal dari beberapa daerah di Jatim itu merasa tertipu karena tak kunjung berangkat haji.

Padahal, para korban sudah membayar sejumlah uang, mulai Rp 5 juta hingga Rp 35 juta agar bisa mendapat kuota pemberangkatan haji di tahun ini.

Terhadap laporan ini, penyidik Polda Jatim menindaklanjuti laporan dan menetapkan koordinator penyelenggara ibadah haji ini jadi tersangka, dan dilakukan penahanan.

Dari pengembangan yang dilakukan terhadap tersangka Murtadji, penyidik menduga adanya oknum dari Kemenag yang turut dalam dugaan penipuan ini.

Bahkan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, dari penyidikan kuat dugaan bahwa tersangka tidak bekerja sendiri.

Berdasarkan pengakuan Junaedi, sambung Barung, ada oknum Kanwil Kemenag Jatim yang diduga terlibat.

Terkait hal itu, tersangka berencana melaporkan oknum Kemenag yang bernama Saifullah ini.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved