Berita Pasuruan

Tak Bisa Daftar Pilkades di Pasuruan Karena Nama, Saiful Wadul ke Camat

"Nama saya kan hanya satu 1 kata. Tidak bisa, makanya nama saya ditambahi yusuf dan marga atau nama orang tua saya di belakangnya," kata Saiful.

Tak Bisa Daftar Pilkades di Pasuruan Karena Nama, Saiful Wadul ke Camat
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Saiful menceritakan kronologi dia ditolak ikut Pilkades di Pasuruan karena persoalan nama. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Saiful mendatangi Kantor Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jumat (13/9/2019) siang, untuk mencari keadilan. 

Warga Desa Masangan, Kecamatan Bangil ini wadul ke Camat karena tidak bisa mendaftar ke pencalonan Kades yang ditutup 12 September 2019 lalu.

Kepada Surya, Saiful mengatakan, tidak bisa mendaftar kades karena nama yang tertera di KTP tidak sama dengan nama yang tercantum di ijazah, akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK). Nah , hal itu menjadi persoalan dan membuatnya gagal mendaftar sebagai calon kepala desa Masangan.

"Memang nama saya berubah. Nama saya itu sebenarnya hanya Saiful. Jadi mulai dari akta kelahiran sampai ijazah, namanya Saiful. Nah, di KTP saya namanya itu Yusuf Syaifulloh Arroniriy. Itu berubah saat saya bekerja di Arab Saudi," kata dia.

Ia menjelaskan, di Arab Saudi, ia bekerja sebagai pengacara bagi warga Indonesia yang terkena masalah di sana. Dia bekerja di sana sejak tahun 1994 hingga 2006.

"Nama saya kan hanya satu 1 kata. Tidak bisa, makanya nama saya ditambahi yusuf dan marga atau nama orang tua saya di belakangnya. Itu dulu juga atas usulan Departemen Luar Negeri saat itu. Ya sudah saya mengurusnya," urainya.

Untuk mendaftar kades, ia mengaku sudah mengurusnya. Bahkan, ia sudah mengurus ke Pengadilan Negeri (PN) Pasuruan, Bangil. Surat keterangan itu menyatakan bahwa ia memang melakukan perubahan nama karena tugas negara saat itu.

"Kemarin itu sudah ada surat PN. Tapi katanya kurang kuat. Saya disuruh urus semuanya dan berubah namanya sesuai KTP saya. Kemarin belum bisa, saya minta ada kompensasi buat saya, atau minimal ada perpanjangan waktu untuk mendaftar kades," tambah dia.

Saiful hanya ingin ada waktu lebih untuknya agar semua persyaratan yang dibutuhkan menjadi calon kades bisa terpenuhi. Ia sangat menginginkan bisa mendaftar kades tahun ini. Ia bahkan sudah sosialisasi atau kampanye sejak empat bulan terakhir.

"Saya akan ke Kabupaten. Kalau perlu saya ketemu Bupati agar ada jalan keluar. Saya ingin ikut kontestasi Pilkades tahun ini," jelasnya

Salah satu panitia Pilkades, M Tauhid menjelaskan, pendaftaran Saiful ini bukan ditolak. Sudah diterima, namun ada lima syarat yang belum bisa dilampirkannya hingga batas akhir pendaftaran calon kades , 12 September kemarin.

Ada KK, KTP, SKCK, Surat Keterangan sehat dan lainnya. Ia mengaku lupa satu persyaratan lainnya. Ia mengatakan, jauh sebelum pendaftaran ini, pihaknya sudah kooperatif dan menjemput bola agar segera mengurus persyaratannya.

"Namanya harus jelas. Mau pakai yang Saiful atau yang sudah diubah. Harus pilih salah satu. Aturan yang kami gunakan jelas. Kami hanya menjalankan tugas saja. Silakan mengadu, yang jelas kasus ini juga akan dijadikan bahan untuk dilaporkan ke tingkat Kabupaten. Intinya, yang bersangkutan kehabisan waktu, jadi tidak bisa mendaftar," pungkas dia. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved