Press Release

SKK Migas dan 11 KKKS Wilayah Jabanusa Bahas Penguatan Strategi Pengadaan dan Peningkatan Kapasitas

SKK Migas dan 11 KKKS yang beroperasi di wilayah Jabanusa gelar sharing dan diskusi di aula PT Pertamina EP Asset 4 di Surabaya.

SKK Migas dan 11 KKKS Wilayah Jabanusa Bahas Penguatan Strategi Pengadaan dan Peningkatan Kapasitas
istimewa
Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas Erwin Suryadi, saat menyampaikan materi dalam sharing dan diskusi di aula PT Pertamina EP Asset 4 di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - SKK Migas dan 11 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di wilayah Jabanusa gelar sharing dan diskusi di aula PT Pertamina EP Asset 4 di Surabaya.

GM Asset 4 yang diwakili Pjs GM, Kretarto Hendro Wibowo, dalam rilisnya saat membuka acara mengatakan bahwa industri minyak dan gas bumi (migas) di sektor hulu adalah bisnis yang regulated.

"Salah satunya adalah pada proses pengadaan yang menjadi bagian dari pengelolaan rantai suplai. Ketika rantai suplai sudah dilakukan berdasarkan aturan, maka pengelolaan bisnis di sektor hulu migas menjadi lebih transparan dan akuntabel," kata Kretarto.

Karena itu dalam kegiatan pengelolaan rantai suplai industri hulu migas, perlu adanya terobosan-terobosan dalam upaya percepatan dan penyederhanaan proses, serta menjamin akuntabilitas.

Hal itu menbuat peran pengelolaan rantai suplai bisa diharapkan mampu menjamin ketersediaan barang atau jasa yang dibutuhkan sesuai dengan jadwal dan spesifikasi yang sesuai permintaan dari pengguna/user dan operasional KKKS dalam kegiatan lifting minyak dan gas bumi.

“Tentunya upaya-upaya tersebut tanpa mengesampingkan standar kualitas, kesesuaian waktu penyerahan dalam jumlah yang diperlukan dengan harga yang kompetitif, serta yang terpenting adalah aspek safety atau HSSE, yang pada akhirnya dapat mendukung capaian target produksi”, tambah Kretarto, yang sehari-hari menjabat sebagai Manager Senior Eksploitasi PT Pertamina EP Asset 4.

Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi, menambahkan, dalam pengarahannya menyampaikan beberapa prinsip dasar Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa KKKS.

"Yaitu Efektif, Efisien, Kompetitif, Transparan, Berwawasan lingkungan, Kapasitas Nasional, Bertanggung Jawab, Adil," kata Erwin.

Kondisi itu sesuai dengan situasi industri migas saat ini.

SKK Migas berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi dan efisiensi cost recovery melalui kegiatan pengadaan di antaranya penerapan strategi kontrak yang tepat misalnya berdasarkan performance base untuk implementasi new technology, pengadaan/kontrak bersama serta peningkatan kapasitas nasional melalui capaian TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).

"Peningkatan kemampuan nasional akan menciptakan multiplier effect yang lebih luas bagi perekonomian nasional dengan menyerap banyak tenaga kerja, serta menciptakan kerja sama dengan lembaga penelitian dan pelatihan untuk program alih teknologi," ungkap Erwin.

Erwin menambahkan bahwa penerapan new technology dalam hal mengelola industri hulu migas Indonesia sangat diperlukan guna memenuhi KPI (Key Performance Indicator) SKK Migas, yaitu penambahan reserve replacement rasio, efisiensi cost recovery dan percepatan pencapaian target lifting.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved