Berita Sidoarjo

STNK dan SIM Disita Saat Operasi Patuh Semeru, Ribuan Warga Berjubel di Kejari Sidoarjo

"Sudah satu jam lebih, tapi belum bergerak. Antreannya terlalu banyak," keluh Sunardi, warga Buduran saat antre mengambil STNK.

STNK dan SIM Disita Saat Operasi Patuh Semeru, Ribuan Warga Berjubel di Kejari Sidoarjo
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Ribuan warga saat berjubel, antre mengurus surat tilang di Kejari Sidoarjo, Jumat (13/9/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Ribuan warga berjubel di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Jumat (13/9/2019).

Mereka adalah warga yang kena tilang saat operasi Patuh Semeru 2019. 

Saking banyaknya, merekapun harus rela antre sampe berjam-jam di loket tilang untuk mengambil SIM atau STNK-nya yang jadi barang bukti. 

"Sudah satu jam lebih, tapi belum bergerak. Antreannya terlalu banyak," keluh Sunardi, warga Buduran saat antre di sana.

Beberapa hari lalu, dirinya kena razia petugas kepolisian di sekitar alun-alun. Karena kelengkapan kendaraannya kurang, SIM-nya pun ditilang petugas.

Hal serupa juga dialami ribuan warga lain. Ya, belakangan polisi memang sangat gencar menggelar razia dalam rangka Operasi Patuh Semeru 2019.

Alhasil, warga yang kena tilang pun sangat banyak dan mereka beramai-ramai datang ke kejaksaan untuk mengambil STNK atau SIM-nya pada hari yang sama, Jumat (13/9/2019).

Kejari Sidoarjo sendiri mengaku kewalahan melayani ribuan warga yang datang di hari bersamaan.

"Dari pagi sampai sore ikut menangani layanan tilang. Totalnya ada sekitar 10.000 warga hari ini," jawab Kasi Pidum Kejari Sidoarjo Gatot Haryono, Jumat petang.

Menurutnya, jumlah itu sangat besar dibanding hari-hari biasa yang jumlah kiriman tilang dari Polresta Sidoarjo ke Kejari Sidoarjo hanya di kisaran 200 tilangan saja.

"Untuk memecah banyaknya warga yang butuh pelayanan tilang, kami juga terus mensosialisasikan beberapa program layanan. Tadi di sela pelayanan, juga terus kami sampaikan," ungkap dia.

Yakni program Delivery Order Tilang. Caranya, cukup telepon atau kirim pesan melalui WhatsApp (WA) ke call center bagian tilang. Sebutkan tanggal sidang dan nomor register tilang. Kemudian, tunjukkan lokasi atau alamat kepada petugas bagian pengantar tilang. Barang bukti yang disita saat penilangan akan diantar ke rumah.

"Kami juga sosialisasikan program e-booking. Warga bisa membooking layanan tilang lewat call center. Menentukan waktu pengambilan, sehingga bisa lebih cepat," ungkap Haryono.

Hal lain yang terus diumumkan adalah pengambilan tilang bukan hanya hari Jumat. Hari lain, kejaksaan tetap melayani pengambilan tilang dari masyarakat. Tanpa ada biaya tambahan.

"Kami berharap, dengan program-program itu layanan tilang tidak membeludak pada satu hari saja. Karena setiap hari bisa dilayani," tukasnya.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved