Berita Tulungagung

NIB Dicabut, Satpol PP Tulungagung Tutup Usaha Bebek yang Dikeluhkan Warga Desa Tanggulturus

Satpol PP Tulungagung mengosongkan dan menutup kandang bebek milik Abu Talkah di Dusun Tanggul, Desa Tanggulturus, Kecamatan Besuki

NIB Dicabut, Satpol PP Tulungagung Tutup Usaha Bebek yang Dikeluhkan Warga Desa Tanggulturus
david yohanes/surya
Satpol PP Tulungagung mengosongkan dan menutup kandang bebek milik Abu Talkah di Dusun Tanggul, Desa Tanggulturus, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jumat (13/9/2019). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Satpol PP Tulungagung mengosongkan dan menutup kandang bebek milik Abu Talkah di Dusun Tanggul, Desa Tanggulturus, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jumat (13/9/2019). Penutupan ini buah dari pencabutan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diajukan Abu lewat OSS Kementerian Pertanian.

Di dua kandang yang ada di desa ini, jumlah bebek yang dipelihara mencapai sekitar 1.500 ekor. Bebek-bebek ini digiring keluar kandang, dan dimasukkan dalam mobil pick up. Selanjutnya unggas petelur ini dipindah ke kandang milik Abu Talkah di Desa Tanggul Kundung, Kecamatan Besuki.

Ratusan warga mengawasi proses pemindahan bebek ini. Selain itu ada puluhan polisi dan TNI yang mengamankan proses ini. Sementara Abu Talkah tidak ada di lokasi dan menolak menandatangani berita acara pengosongan dan penutupan kandang.

Warga Tulungagung Nilai Izin Usaha Ternak Bebek yang Dikeluarkan Pemerintah Pusat Rugikan Masyarakat

Pengosongan ini berdasarkan protes warga, karena peternakan Abu Talkah dinilai mencemari lingkungan.

Selain menyebarkan bau busuk, keberadaan kandang ini juga mencemari sumber air.

Kasi Informasi dan Publikasi Satpol PP Tulungagung, Artista Nindya Putra, mengatakan NIB usaha peternakan milik Abu Talkah sudah dicabut pada tanggal 6 September 2019.

"Kami sudah sampaikan tembusannya kepada yang bersangkutan," ujar Genot, panggilan akrab Nindya Putra.

Usai memastikan pencabutan NIB, Satpol PP juga mengirimkan surat rencana pengosongan dan penutupan.

Setelah proses administrasi dianggap cukup, pengosongan dilakukan.

Setelah penutupan ini Abu Talkah harus mengurus izin baru jika akan membuka usaha yang baru.

"Dia harus mulai dari awal. Kalau warga menolak izin lingkungan, berarti gak bisa buka lagi," tandas Genot.

Sebelumnya sudah dilakukan mediasi berulang kali antara Abu Talkah dan warga, namun tidak pernah membuahkan hasil.

Bahkan Abu Talkah mengingkari surat pernyataan yang dia baut sendiri yang akan mengosongkan kandang.

Ia malah mempersilakan warga menuntutnya.

Warga menyindir usaha peternakan bebek milik Abu Talkah dengan sebutan wisata telek (kotoran) bebek.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved