Berita Bisnis

Lima Investor Tandatangan Investasi Senilai Rp 135 Miliar di Hari Pertama EJI 2019

Lima investor ini siap menanamkan investasi senilai Rp Rp 135 miliar nilai investasi yang ditandatangani melalui Letter Of Agreement (LOA).

surya.co.id/sri handi lestarie
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak saat membuka EJI 2019, Kamis (12/9/2019) malam di ballromm Grand City Convex Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hari pertama event East Java Infestival (EJI) 2019, Kamis (12/9/2019), cukup mendapat respon positif dengan masuknya lima inevstor baru.

Lima investor ini siap menanamkan investasi senilai Rp Rp 135 miliar nilai investasi yang ditandatangani melalui Letter Of Agreement (LOA).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jatim, Aris Mukiyono, disela pembukaan yang digelar Kamis malam, kelima investor itu dari berbagai bidang.

"Di antaranya investasi sektor wood pellets di kabupaten Probolinggo senilai Rp 75 miliar. Sisanya investor berasal dari konsorsium dan realisasi pada 2020," jelas Aris.

Secara detail dan tindak lanjut dari penandatangan LOA tersebut akan dilakukan setelah pameran dengan berbagai pihak terkait lainnya.

"Kami masih melihat potensi invetasi bertambah hingga akhir kegiatan pada Minggu (15/9/2019) mendatang," tambah Aris.

Sehingga pihaknya belum memberikan rincian lebih lanjut.

Pembukaan EJI 2019 dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, pada Kamis (12/9/2019) malam.

Emil mengungkapkan, kegiatan yang dikemas menarik ini, cukup memberi nilai lebih bagi investor.

"Biasanya kegiatan seperti ini terkesan formal. Tapi kali ini dikonsep festival sehingga lebih menyenangkan. Termasuk ada kemasan entertainment, yang bisa memberi suasana lain bagi investor yang akan masuk," kata Emil saat membuka kegiatan di Ballroom Grand City mall Surabaya.

Selain itu kegiatan ini juga untuk mengeksplor potensi ekonomi di Jawa Timur.
Dengan masuknya sejumlah investasi ini diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja.

Apalagi di Jawa Timur potensi ekonomi masih sangat luar untuk bisa di eksplor.

“Hampir 1/4 industri manufacturing ada di Jatim. Apa bisa tumbuh? masih sangat bisa. Buktinya pertumbuhan ekonomi 50 persen masih di sekitar Gerbangkertasusila (Gresik-Bangkalan-Mojojerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan-red)," ungkap Emil.

Sebelum pembukaan, dalam kegiatan tersebut juga digelar Seminar Nasional
"East Java Investment" (EIJ) oleh Pemprov Jatim bersama Kantor perwakilan wilayah Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur. Dalam seminar tersebut dibahas tentang upaya untuk melakukan percepatan investasi di wilayah itu, dengan mempertemukan beberapa pelaku usaha dan pemegang kebijakan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved