Khofifah Jadikan IPAL SIER Role Model untuk LIK Magetan

Khofifah meninjau sistem IPAL kawasan industri SIER yang akan jadi role model untuk pengolahan limbah di Lingkungan Industri Kulit (LIK) Magetan.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau IPAL di PT SIER yang akan jadi role model di Magetan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau instalasi pengolahan air limbah (IPAL) kawasan PT SIER, Jumat (12/9/2019).

Khofifah meninjau sistem IPAL kawasan industri SIER yang akan jadi role model untuk pengolahan limbah di Lingkungan Industri Kulit (LIK) Magetan.

Dalam kunjungan yang didampingi oleh direksi SIER, Khofifah meninjau pengolahan limbah mulai awal hingga akhir. Mulai pengolahan air masih berwarna coklat keruh dan berbau hingga diolah menjadi air limbah yang aman dibuang ke badan sungai.

Khofifah juga meninjau pengolahan limbah hingga ke kolam ikan nila yang membuktikan bahwa air tersebut sudah aman saat dibuang ke badan sungai karena mampu menjadi tempat hidup ikan.

"Terkait pengolahan limbah, kami berharap bahwa indikasi adanya perusahaan yang kemungkinan membuang limbah ke sungai tanpa diolah betul-betul bisa kita maksimalisasi pencegahannya," kata Khofifah.

Pemprov Jawa Timur sudah menyelenggaraan MoU dengan perusahaan di sepanjang sungai Brantas yang ia ingin bisa diikuti oleh perusahaan dan kawasan industri yang lain.

Bahkan Khofifah ingin agar ke depan akan zero perusahaan yang membuang limbah tanpa diolah.

"Suatu saat kita ingin zero. Ini kita tadi juga sudah keliling kita pastikan pengolahannya di akhir ada ikannya. Bahkan saat kita lihat air hasil pengolahannya yang dibuang ke sungai lebih bagus dari sungai," kata Khofifah.

Habitat sungai dikatakan Khofifah harus dijaga. Sehingga kualitas air limbah yang harus dibuang ke sungai harus dalam kondisi yang terolah.

Setelah memastikan bahwa kualitas air limbahnya berkualitas baik yang dibuang ke sungai, Khofifah ingin duplikasi pengolahan limbah kawasan industri di SIER bisa diadopsi untuk mengolah Lingkungan Industri Kulit (LIK) di Magetan.

"IPAL yang di LIK itu sudah meluap. Sudah over, maka butuh ada perluasan nah kita inginnya seperti SIER ini jadi role model," kata Khofifah.

LIK di Magetan sebetulnya adalah industri kecil dengan hanya 16 pelaku IKM. Lalu ada pelaku industri dari daerah ada sekitar 108 pelaku usaha, jadinya total 124.

Untuk jumlah IKM itu sudah disiapkan IPAL-nya. Namun masalah yang terjadi adalah di sekitar LIK itu terdapat LIK lain binaan dari Pemkab Magetan yang juga memiliki sejumlah IKM lain. Jumlahnya ada sekitar 126 usaha ada di sana. Yang ternyata tak tertampung dalam IPAL yang sudah ada.

"Jatim ini ekspor lima besar itu komoditas kulit. Karena LIK milik Pemkab belum disiapkan pengelohan limbahnya, waktu saya ke sana saya sampaikan bagaimana kalau ini jadi satu. Bahkan kalau bisa kawasan ini kita kembangkan bukan hanya jadi LIK, tapi jadi KIK atau Kawasan Industri Kulit," tegas Khofifah.

Pihaknya sudah menanyakan terkait teknologi yang digunakan PT SIER dan diprediksi akan cocok jika diterapkan juga di Magetan. Karena itu ia ingin agar PT SIER segera melakukan peninjauan ke Magetan dan melakukan langkah strategis.

Di sisi lain, Khofifah juga sudah koordinasi dengan Bupati Magetan. Mereka akan menyiapkan lahan khusus untuk penyiapan kolam dan instalasi pengolahan limbah industri kulit Magetan.

Direktur Utama PT SIER Fattah Hidayat menyambut baik tawaran Gubernur Khofifah terkait pengembangan Kawasan Industri Kulit (KIK) di Magetan. Pihaknya bahkan sudah meninjau dan sudah melakukan pembimbingan para pengusaha terkait pengolahan limbahnya.

"Tinggal finalisasi. Awalnya kami pasti akan studi dulu. Harapannya hal ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya untuk lingkungan," urainya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved