Grahadi

Sekda Jatim: Keberhasilan Program Transmigrasi Terletak Pada Transfer Ketrampilan

Sekda Provinsi Jatim, Heru Tjahjono menegaskan program transmigrasi dikatakan berhasil jika terwujud perpindahan ketrampilan

Sekda Jatim: Keberhasilan Program Transmigrasi Terletak Pada Transfer Ketrampilan
Istimewa
Drs Benny Sampir Wanto saat membuka acara Rakor Bidang Ketransmigrasian Dalam Rangka Pemantapan Pelaksanaan Transmigrasi di Jawa Timur, di Hotel Haris Malang, Rabu malam (11/9/2019). 

SURYA.co.id | MALANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono menegaskan program transmigrasi dikatakan berhasil jika terwujud perpindahan ketrampilan antara penduduk asal dan setempat atau biasa disebut "transfer ketrampilan". Atau, terwujudnya percampuran kemampuan antara penduduk pendatang dengan penduduk lokal.

Hal tersebut disampaikan Heru Tjahjono dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Koordinasi (Kabakorwil) Pemerintahan dan Pembangunan III Provinsi Jawa Timur di Malang, Drs Benny Sampir Wanto pada saat membuka acara Rakor Bidang Ketransmigrasian Dalam Rangka Pemantapan Pelaksanaan Transmigrasi di Jawa Timur, di Hotel Haris Malang, Rabu malam (11/9/2019).

Dengan demikian, lanjutnya, salah satu tujuan transmigrasi, yaitu terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat pendatang dan penduduk, dapat terwujud.

"Salah satu contoh jenis transfer ketrampilan yang perlu dilakukan tersebut, yakni ketrampilan transmigran Jawa dalam penerapan sistem terasering dan transmigran Bali dalan mengeloka subak pertaniannya," ujarnya mencontohkan.

Menurut Sekda Heru Tjahjono, pelaksanaan program transmigrasi Pemerintah Pusat atau biasa disebut transmigrasi reguler untuk Jawa Timur selalu tercapai 100%. Misalnya, tahun 2017 sebanyak 80 KK (271 jiwa), dan 2018 sebanyak 53 KK (164 jiwa).

"Transmigrasi reguler adalah program yang didanai oleh Pemerintah Pusat" tambahnya.

Sementara itu, pada tahun 2019 transmigrasi Jawa Timur dilakukan kepada sebanyak 180 KK yang tersebar ke enam daerah, yaitu Kabupaten Bulungan di Kalimantan Utara, Kabupaten Wajo di Provinsi Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Toli-Toli di Provinsi Sulawesi Tengah. Juga, ke Kabupaten Muna dan Kabupaten Kolaka Timur di Provinsi Sulawesi Tenggara, serta Kabuaten Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat.

Khusus untuk Kabupaten Bulungan, selain program transmigrasi reguler oleh Pemerintah Pusat, Pemprov Jatim juga menyelenggarakan "Program Transmigrasi Khusus", yakni program transmigrasi melalui sharing dana dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Pada tahun 2019 ini, tercatat sebanyak 100 KK transmigran ikut dalam program tersebut.

Program khusus Pemprov Jatim itu telah dirintis sejak tahun 2012 dan telah mengilhami dua provinsi lainnya. Yaitu Pemprov Jawa Tengah dan DIY untuk melakukan hal sama.

Dalam program tersebut, juga dibangun jamban keluarga dan sarana air bersih, dengan jumlah KK yang telah ikut bergabung dalam program ini sebanyak 800 KK (2.464 jiwa).

Hadir dalam rakor yang berlangsung selama tiga hari, tanggal 11-13 September 2019 ini, antara lain para pejabat dari Bakorwil I hingga V Provinsi Jawa Timur, serta dinas kab/kota yang membidangi ketransmigrasian seluruh Jawa Timur.

Menjadi narasumber dalam kegiatan rakor ini, antara lain Ir Donna Liana Sipahutar Msc dari Ditjen. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Ir Sigit Panoentoen, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan, BAPPEDA Provinsi Jatim.(Bakorwil III Prov. Jawa Timur di Malang).

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved