Berita Tulungagung

Mantan Napi Korupsi Terpilih Kembali Menjadi Kades Bono Kabupaten Tulungagung

Moezamil pernah terjerat perkara korupsi program Jalin Aspirasi Masyarakat (Jasmas) dari Pemprov Jatim tahun 2013.

Mantan Napi Korupsi Terpilih Kembali Menjadi Kades Bono Kabupaten Tulungagung
surya.co.id/david yohannes
Moch. Moezamil berfoto bersama Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo selepas pelantikan Kades, Rabu (11/9/2019). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Sebanyak 239 Kepala Desa (Kades) yang terpilih dalam Pilkades Serentak 7 Juli 2019 silam sudah dilantik bupati, Rabu (11/9/2019).

Di antara para Kades itu, satu di antaranya adalah mantan narapidana korupsi.

Dia adalah Kades Bono, Kecamatan Boyolangu, Mochammad Moezamil.

Moezamil pernah terjerat perkara korupsi program Jalin Aspirasi Masyarakat (Jasmas) dari Pemprov Jatim tahun 2013.

Menurut Kabag Pemerintahan, Setda Tulungagung, Usmalik, pihaknya sudah melakukan kajian.

Menurut Peraturan dalam negeri, terpidana apa saja selama putusan di bawah 5 tahun masih bisa ikut Pilkades.

“Kami sudah melakukan kajian, ternyata putusannya di bawah lima tahun,” terang Usmalik.

Karena itu Moezamil masih diperbolehkan untuk mendaftar sebagai calon kepala desa.

Dalam proses Pilkades Moezamil menang dengan perolehan 1.579 suara, dari total 3.189 suara sah.

Pencapaian ini setara dengan 49,51 persen dari total suara sah.

“Semua bukti berkasnya ada pada kami, dan semuanya tidak ada masalah,” sambung Usmalik.

Sebelumnya Moezamil sempat maju dalam Pemilu Legislatif, sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Berkarya.

Namun Moezamil gagal lolos. Ia kemudian mendaftar sebagai calon Kades.

Sebelum terjerat kasus Korupsi Jasmas 2013, Moezamil pernah menjabat sebagai Kades Bono.

Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved