Berita Surabaya

Gandeng STIE Perbanas Surabaya, OJK Gelar Sosialisasi UU Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar sosialisasi Peraturan Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan bersama STIE Perbanas Surabaya

Gandeng STIE Perbanas Surabaya, OJK Gelar Sosialisasi UU Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan
TribunJatim.com/Fikri Firmansyah
Ketua STIE Perbanas Surabaya Yudi Sutarso (kanan) dan Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 2 & Manajemen Strategis OJK, Mulyanto (tiga dari kanan) saat di acara Sosialisasi Peraturan Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan di Kampus Perbanas Surabaya. Kamis (12/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar sosialisasi Peraturan Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan bersama STIE Perbanas Surabaya, Kamis (12/9/2010).

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 2 dan Manajemen Strategis OJK, Mulyanto, mengatakan berdasarkan UU Nomor 21/2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, OJK memiliki wewenang dan tugas untuk melindungi konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan. Berdasarkan UU OJK tersebut, OJK telah menerbitkan Peraturan OJK Nomor 01/POJK.07/ 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Ketentuan Hukum di atas disusun dengan tujuan utama yaitu meningkatkan kepercayaan konsumen di setiap aktivitas dan kegiatan di sektor jasa keuangan.

"Dalam rangka menyebarluaskan aturan tersebut, maka kami menggandeng STIE Perbanas Surabaya untuk mensosialisasikan aturan tentang perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan," kata Mulyanto, Kamis (12/9/2019).

Salah satu isi dalam Peraturan tersebut, Perlindungan Konsumen menerapkan sejumlah prinsip, di antaranya: (a) transparansi; (b) perlakuan yang adil; (c) keandalan; (d) kerahasiaan dan keamanan data/informasi Konsumen; dan (e) penanganan pengaduan serta penyelesaian sengketa Konsumen secara sederhana, cepat, dan biaya terjangkau.

"Perlindungan konsumen yang kami maksud, yakni perlindungan terhadap Konsumen dengan cakupan perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan," ujarnya

"Adapun untuk pelaku usaha jasa keuangannya, meliputi: Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat, Perusahaan Efek, Penasihat Investasi, Bank Kustodian, Dana Pensiun, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Reasuransi, Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Gadai, dan Perusahaan Penjaminan, baik yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional maupun secara syariah," tambahnya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved