Fakta Pembunuhan Cafe Penjara Gresik, Mengaku Tak Sengaja Membunuh, Tapi Ada Barang Bukti

Saat menjalani pemeriksaan polisi, Ayub mengaku tak berniat membunuh. Dia beralasan hanya ingin mengambil harta benda korban untuk membayar

Fakta Pembunuhan Cafe Penjara Gresik, Mengaku Tak Sengaja Membunuh, Tapi Ada Barang Bukti
surya.co.id/sugiyono
Cafe Penjara yang menjadi lokasi pembunuhan Hadryil Choirun Nisaa (25) di Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Rabu (11/9/2019). 

SURYA.co.id - Kasus pembunuhan Hadryil Choirun Nisa'a (25) di Cafe Penjara, Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Selasa (10/9/2019) sekira pukul 20.00 WIB menyita perhatian.

Pasalnya diketahui belakangan, tersangka pembunuhan ternyata adalah teman Nisa sejak kecil, yaitu Sholahudin Alayubi.

Saat menjalani pemeriksaan polisi, Ayub mengaku tak berniat membunuh. Dia beralasan hanya ingin mengambil harta benda korban untuk membayar hutang Rp 5 juta.

"Saya hanya mengincar perhiasannya dan HP nya (Telepon selulernya,red). Ternyata dia memberontak. Saya langsung menyekapnya. Tidak ada niatan untuk membunuhnya," kata Ayub.

Ayub mengaku mengenal Nisa sejak kecil, bahkan almarhum ayah korban juga pernah bisnis bersama dengan ayah Ayub.

"Sudah kenal sejak kecil dengan Nisa'a, sehingga karena saat minta perhiasannya memberontak, langsung saya bekap. Ternyata sampai meninggal dunia," imbuhnya.

Mengaku tak sengaja membunuh Nisa, polisi menemukan beberapa barang bukti seperti kandang kucing, cangkul, perhiasan, dan motor milik korban.

Kandang kucing yang dibawa Ayub ternyata untuk memancing Nisa masuk ke kafe, Ayub mengaku Nisa suka sekali dengan kucing.

Sementara barang bukti cangkul rencananya digunakan untuk mengubur korban di dalam area cafe.

"Korban digeletakan di pos penjagaan samping pintu gerbang dalam karung sak sambil dibubuhi serbuk kopi. Kemudian akan dikubur di area kafe itu, tapi terburu tertangkap," kata Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro dengan didampingi Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto, Rabu (11/9/2019).

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved