Berita Lamongan

AUTP Rp 3,6 Miliar Cair, Petani Gagal Panen di Lamongan Masih Tetap Tersenyum

Petani di Lamongan yang tahun ini gagal panen padi masih bisa tersenyum. Karena, klaim asuransi mereka senilai total Rp 3,6 miliar sudah dicairkan.

AUTP Rp 3,6 Miliar Cair, Petani Gagal Panen di Lamongan Masih Tetap Tersenyum
SURYA.co.id/Hanif Manshuri
Penyaluran klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Lamongan, Fadeli usai melakukan panen raya padi hibrida di Desa Truni Kecamatan Babat, Kamis (12/9/2019). 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Petani di Lamongan yang tahun ini gagal panen padi dan mengasuransikan pertaniannya melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) masih bisa tersenyum. Karena, klaim mereka senilai total Rp 3,6 miliar sudah dicairkan.

Penyaluran klaim tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lamongan, Fadeli usai melakukan panen raya padi hibrida di Desa Truni Kecamatan Babat, Kamis (12/9/2019). 

Hadir bersama Bupati Fadeli, Deputi Direktur Pengawasan Asuransi II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), I Wayan Wijana dan Ika Dwi Nita perwakilan dari PT Jasindo selaku pengelola AUTP.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Holtikultura (TPHP), Rudjito mengungkapkan lahan pertanian di Lamongan yang mengikuti Program AUTP tahun ini mencapai 80 ribu hektare.

Sebanyak 600 hektare di antaranya mengalami kegagalan panen dengan berbagai sebab. Sehingga berhak menerima klaim asuransi sebesar Rp 3,6 miliar.

“Nilai klaim sebesar Rp 6 juta perhektare ini sangat penting untuk petani bisa bangkit kembali. Karena mereka setidaknya akan memiliki modal untuk bercocok tanam kembali,” ujarnya.

Sementara I Wayan Wijana mengatakan, OJK mendapat amanat dari negara untuk hadir ketika masyarakat membeli produk asuransi. Ada 130 perusahaan jasa asuransi yang diawasi OJK, dan salah satunya adalah PT Jasindo yang diberi tugas negara untuk menglola AUTP.

“Dengan membayar premi, bapak ibu petani diliundungi usahanya. Kalau gagal panen, masih punya modal untuk berusaha kembali dari klaim asuransi,” ujarnya.

Terlebih untuk AUTP ini mendapat subsidi dari negara, sehingga petani hanya membayar 80  persen preminya.

“Dengan membayar premi sebesar Rp 36 ribu, kalau gagal panen, bapak ibu memperoleh modal Rp 6 juta,” katanya menambahkan.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved