Berita Surabaya

Penyelundupan Puluhan Burung llegal dari Makassar ke Surabaya, Begini Modus Pelakunya

Kami mendapat info 74 burung ada yang dilindungi dan tidak berdokumen dibawa dari Makassar ke Tanjung Perak.

Penyelundupan Puluhan Burung llegal dari Makassar ke Surabaya, Begini Modus Pelakunya
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Penyelundupan 74 ekor burung dilindungi tanpa dokumen berhasil digagalkan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak dengan mengamankan burung dari truk yang berada di dalam KM Dharma Rucitra VII dalam gelar kasus, Selasa (10/9/2019). Total burung yang ditemukan ada 74 ekor, 5 ekor mati. Terdiri Nuri Maluku, Betet Paruh Bengkok, Kakaktua Jambul Jingga, Kakaktua Jambul Kuning, Nuri Bayan, Perling Bilbong, Tuwo dan lain-lain. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya (BBKP) Surabaya menyita 74 ekor burung dari Makassar Sulawesi Selatan yang tak dilengkapi dokumen dan masuk lewat Pelabuhan Tanjung Perak Kota Surabaya, Senin (9/9/2019).

Puluhan ekor burung itu ditemukan dalam dua truk di KM Dharma Rucitra VII.

"Kami mendapat info 74 burung ada yang dilindungi dan tidak berdokumen dibawa dari Makassar ke Tanjung Perak. Burung ini ditaruh di tempat duduk dan kabin truk belakang sopir," kata Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Musyaffak Fauzi, Selasa (10/9/2019).

Ragam burung tersebut terdiri dari burung nuri, betet paruh bengkok, kakak tua jambul jingga, perling dan masih banyak lainnya.

Dari seluruh burung yang ditemukan, ada lima ekor burung mati.

"Yang lima mati mungkin kurang udara atau bagaimana," kata dia.

Burung-burung yang disita BBKP, dikatakan Musyaffak, bernilai Rp 50 juta hingga total Rp 1 miliar.

"Yang paling penting informasi di dunia ada 1771 jenis burung bahwa 168 hampir punah dan 30 burung kritis," kata dia.

Hingga saat ini pihaknya masih menelusuri penerima penyelundupan burung-burung tersebut.
Diduga pengiriman burung tanpa dokumen tersebut akan dipasarkan di Jawa Timur.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved