Pemkot Madiun Akan Anggarkan Rp40 Miliar Untuk Laptop Para Pelajar SD dan SMP

Kalau hujan deras di Kota Madiun. Jam 7 sudah masuk sekolah. Anak punya laptop, tinggal buka laptop dan tak perlu ke sekolah.

Pemkot Madiun Akan Anggarkan Rp40 Miliar Untuk Laptop Para Pelajar SD dan SMP
surya/rahadian bagus
Wali Kota Madiun, Maidi 

SURYA.co.id|MADIUN - Pemerintah Kota Madiun akan membeli laptop senilai sekitar Rp 40 miliar menggunakan dana tahun anggaran 2020.

Pengadaan laptop tersebut diperuntukan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Rencananya tahun 2020, anggarannya sekitar Rp 40 miliar sekian, ini masih kita bahas," kata Wali Kota Madiun, Maidi, usai menghadiri  acara sosialisasi Bantuan Sarana Pendidikan Bagi Siswa di Hotel Aston, Rabu (11/9/2019) siang.

Dia mengatakan, pengadaan laptop untuk tahap pertama ini, diprioritaskan bagi siswa SD kelas VI dan siswa SD kelas IX. Nantinya para murid bisa menggunakan laptop secara gratis dengan sistem pinjam pakai.

Dia menuturkan, program pengadaan laptop bagi pelajar SD dan SMP di Kota Madiun ini merupakan bagian dari lima program prioritas Maidi-Inda (Mada) yakni Panca Karya untuk mewujudkan Kota Madiun menjadi kota Pintar, Melayani, Membangun, Peduli, dan Terbuka.

"Kota Madiun ini sudah menjadi Smart City. Ngawi sudah beli laptop untik anak-anak. Kita ini tertinggal diam-diam,"kata mantan Sekretaris Daerah Kota Madiun ini.

Maidi menuturkan, selain alasan mengikuti perkembangan zaman, ia mengklaim pembelajaran menggunakan laptop akan lebih efektif.

Ia mencontohkan, semisal terjadi hujan yang sangat deras pada jam sekolah, siswa tidak perlu hujan-hujan untuk datang sekolah. Sebab kegiatan belajar atau materi pelajaran di sekolah bisa dipelajari di rumah menggunakan sarana laptop.

"Kalau misalnya hujan deras di Kota Madiun. Jam 07.00 sudah masuk sekolah. Anak punya laptop, tinggal buka pelajaran halaman ini. Jadi pembelajaran bisa dilakukan di rumah, nggak usah berangkat ke sekolah," ujarnya.

Dalam pengadaan laptop ini, Pemkot Madiun mencontoh Pemkab Badung, Bali, yang sudah melakukan pengadaan laptop bagi siswa SD dan guru, secara bertahap mulai 2016 hingga 2018. Menurut Maidi, Pemkab Badung dianggap sukses dalam melakukan  pengadaan laptop bagi pelajar dan guru.

"Kalau di Badung pengadaan laptop ini sampai tiga tahap karena jumlah siswanya banyak. Beda sama Kota Madiun yang jumlah sekolahnya sedikit, jumlah siswanya juga sedikit. Kita lebih ringan karena jumlahnya lebih sedikit," ujarnya.

Maidi mengatakan, sebelum melakunan pengadaan laptop ini, Pemkot Madiun rencananya juga akan melakukan study banding dengan mengajak pihak Kejaksaan Negeri Kota Madiun dan dari Polres Madiun Kota.

"Tatkala kita akan melihat riil ke Badung nanti bu Wakil sama kejaksaan dan bersama kepolisian akan diajak untuk melihat polanya seperti apa," katanya.

Sementara itu, Kepala SDN 03 Madiun, Jasmi, mengaku senang dengan rencana tersebut. Namun, ia meminta agar dalam pengadaan laptop ini, guru pengajar juga sebaiknya juga mendapat pelatihan sehingga dapat memanfaatkan fasilitas laptop ini dengan maksimal.

"Kami senang sekali. Yang penting kami bisa menerima. Memakai fasilitas ini, biar nanti di lapangan tidak mengalami kesulitan. Katanya, nanti juga akan diberikan pelatihan," katanya. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved