Pilwali Surabaya 2020

Optimis Maju di Pilwali Surabaya 2020, Dwi Astutik Mengaku Kantongi Restu Khofifah

Dwi Astutik mengaku langkahnya untuk running dalam proses Pilwali Kota Surabaya, sudah mendapatkan restu dari Khofifah Indar Parawansa.

Optimis Maju di Pilwali Surabaya 2020, Dwi Astutik Mengaku Kantongi Restu Khofifah
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Dwi Astutik saat diwawancara di Grahadi, Rabu (11/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Usai mengambil formulir pendaftaran bacawawali di Kantor PDP Provinsi Jawa Timur, Dwi Astutik berencana untuk mengembalikan formulir pendaftaran pada hari Sabtu (14/9/2019) mendatang.

Rencananya dalam pengembalian formulir tersebut Dwi Astutik akan diantar oleh banyak relawan yang menjadi pendukungnya. Mulai Muslimat NU, komunikas tunanetra, Ikatan Guru Indonesia dan juga Badan Musyawarah Perguruan Swasta.

"Ada banyak elemen yang akan ikut mengantar, tidak hanya Muslimat. Dari teman-teman tunanetra bahkan siap 200 orang. Tapi saya masih akan kondisikan karena terkait dengan keamanannya juga," kata Dwi Astutik saat ditemui di Grahadi, Rabu (11/9/2019) siang.

Ia juga mengatakan pihaknya optimistis untuk maju dalam Pilwali Kota Surabaya 2020 mendatang. Meski bukan kader PDIP, Dwi menegaskan bahwa dirinya mengambil formulir pun bukan dalam kondisi tanpa modal.

Menurut Dwi Astutik, ia masih aktif di organisasi Muslimat NU, selain itu ia juga aktif di banyak organisasi bidang pendidikan. Hal tersebut menurutnya adalah modal sosial yang besar.

"Saya juga sudah mendapatkan rekomendasi dari PKB meski secara lisan. Lima kursi PKB sudah dalam genggaman untuk Dwi Astutik," katanya.

Meski kini ia mengambil formulir di PDIP dengan niatan untuk menjadi bakal calon wakil wali kota, namun ia tidak menampik bahwa ia tetap berharap jika ia bisa mendapatkan rekomendasi sebagai calon wali kota.

Namun ia menunggu situasi politik yang berkembang. Jika memang memungkinkan menjadi wakil wali kota baginya tidak masalah asalkan bisa mengabdi untuk Kota Surabaya.

Sebagai orang dekat Khofifah, yang juga menjadi Jubir Khofifah - Emil saat Pilgub Jawa Timur 2018 lalu, Dwi Astutik mengaku langkahnya untuk running dalam proses Pilwali Kota Surabaya, sudah mendapatkan restu dari Khofifah Indar Parawansa.

Dwi Astutik juga memberikan pernyataan, bahwa wanita yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini sudah memberikan lampu hijau untuknya.

"Beliau alhamdulillah sangat apresiatif. Saya tentu meminta izin dan pamit sebelum melangkah dan beliau sudah memberikan arahan. Gak mungkin kalau saya ini nggak ada izin dan kalau nggak dapat izin ya nggak plong saya dalam melangkah," akunya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved