Berita Surabaya

Operasi Patuh Semeru 2019 di Surabaya, Pelanggaran Naik 100 Persen Didominasi Kendaraan Roda Dua

Jenis pelanggarannya yang paling banyak adalah melawan arus, disusul tak mengenakan helm dan pengendara dibawah umur

Operasi Patuh Semeru 2019 di Surabaya, Pelanggaran Naik 100 Persen Didominasi Kendaraan Roda Dua
SURYA.co.id/Willy Abraham
Puluhan pengendara sepeda motor saat diperiksa kelengkapan surat-surat di hari terakhir operasi patuh semeru 2019 di Jalan Rajawali, Surabaya, Rabu (11/9/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Selama Operasi Patuh Semeru 2019 di Surabaya, total 42 ribu pelanggar terjaring yang didominasi oleh pengendara kendaraan roda dua.

Menurut Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan angka pelanggaran pada operasi patuh semeru tahun ini cenderung meningkat.

Jika pada periode yang sama tahun lalu, sebanyak 20 ribu pengendara motor diberi surat tilang karena melakukan pelanggaran dalam berkendara. Sementara untuk tahun ini kurang lebih 42 ribu surat tilang diberikan.

Tingginya jumlah pengendara yang ditilang membuat angka kecelakaan menurun.

"Ada penurunan dari segi kecelakaan tetapi memang untuk jumlah pelanggarannya meningkat 100 persen dibandingkan tahun kemarin, karena memang bisa kita lihat setiap adanya kecelakaan itu diawali dengan pelanggaran. Maka dari itu setiap adanya pelanggaran kita tindak dengan penilangan sehingga mereka ada efek jera. Tidak terulang kembali," terangnya, pada hari terakhir Operasi Patuh Semeru 2019 di Jalan Rajawali, Rabu (11/9/2019).

Sementara pelanggaran yang didominasi roda dua, jenis pelanggarannya yang paling banyak adalah melawan arus, disusul tak mengenakan helm dan pengendara dibawah umur.

"Tiga pelanggaran ini 64 persen," tegasnya.

Dalam target sasaran Operasi Patuh Semeru, di antaranya tidak memakai helm SNI, melawan arus, menggunakan handphone saat mengemudi, batas kecepatan, over load atau melebih muatan dan dibawah umur.

Lanjut Pandia, pihaknya mengajak masyarakat ikut berperan untuk patuh lalu lintas. Sehingga bisa menekan angka kecelakaan.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved