Kisahkan Gajah dan Semut, Kak Harris Ajarkan Berani Mengakui Kesalahan Kepada Siswa SD NSA

Budaya mendongeng harus digencarkan kembali karena dapat melatih motorik dan daya imajinasi anak, serta mampu menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri

Kisahkan Gajah dan Semut, Kak Harris Ajarkan Berani Mengakui Kesalahan Kepada Siswa SD NSA
surabaya.tribunnews.com/christine ayu nurchayanti
Penampilan Kak Harris yang disambut tawa para siswa dan siswi SD Nation Star Academy (NSA), Rabu (11/9). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pendongeng Harris Rizky, atau yang lebih akrab disapa Kak Harris, kembali menghibur anak-anak melalui dongeng, Rabu (11/9) di SD Nation Star Academy (NSA).

Tak sendiri, Kak Harris ditemani boneka dongengnya, Ayis. Dandanannya yang khas yaitu hidung besar, kumis, dan kacamata hitam pun tak ketinggalan.

Para siswa menyimak dan tak jarang tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Kak Harris yang jenaka.

Rupanya, Kak Harris sedang membawakan dongeng tentang semut dan gajah. Dikisahkan, semut merupakan penjual bunga. Suatu hari gajah membeli bunga dari si semut. Saking indahnya, gajah menghirup bunga tersebut.

Namun, hal itu membuat gajah bersin sehingga memporak-porandakan kota. Tanaman menjadi rusak dan lahan petani juga kacau.

"Pada akhirnya, gajah mau mengakui kesalahannya. Melalui cerita itu, saya ingin mengajarkan anak-anak untuk berani mengakui kesalahan dan meminta maaf. Saya memang selalu menghadirkan cerita yang sesuai dengan karakter anak-anak," ungkapnya ditemui seusai mendongeng.

Menurutnya, budaya mendongeng harus digencarkan kembali. Sebab, dongeng dapat melatih motorik dan daya imajinasi anak, juga mampu menyeimbangkan antara otak kanan dan otak kiri.

Selain itu, juga dapat menanamkan nilai-nilai yang baik pada anak-anak.

"Seorang pendongeng harus punya beragam beragam cerita. Tadi, luar biasa animo dari anak-anak. Mereka punya keingintahuan yang tinggi. Luar biasa," ungkap Kak Harris.

Kusuma Diah Puspita, kepala SD NSA mengatakan, hadirnya Kak Harris turut serta mewarnai perayaan hari literasi yang diselenggarakan oleh sekolahnya.

"Acara dongeng tadi diikuti oleh siswa dan siswi kelas 1 sampai 5, totalnya sekitar 230 anak. Sementara siswa dan siswi kelas 6 mengunjungi TK-TK," ungkap Kusuma.

Seperti Kak Harris, Kusuma juga menyampaikan bahwa para siswa dan siswi terlihat antusias menonton pertunjukan dongeng dari Kak Harris.

"Animo mereka luar biasa. Nanti, akan kami evaluasi lagi," ungkapnya

Seperti Allesia F, siswi kelas 3. Alessia mengatakan bahwa penampilan Kak Harris lucu. Ia merasa terhibur, terlebih karena boneka Si Ayis.

"Seneng (ikut menonton dongeng). Bonekanya bisa ngomong sendiri. Ceritanya tentang semut dan gajah," katanya sambil tersenyum malu.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved